Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Hak Partisipasi Susut, Medco (MEDC) Tetap Agresif Ngebor di Blok Corridor

Direktur Utama PT Medco Energi Internasional Tbk. Hilmi Panigoro memastikan aktivitas pengeboran di Blok Corridor tidak terpengaruh penyusutan hak partisipasi
Penampakan proyek pengembangan Lapangan gas Buntal-5 oleh Medco E&P Natuna Ltd. Istimewa - Dok. SKK Migas
Penampakan proyek pengembangan Lapangan gas Buntal-5 oleh Medco E&P Natuna Ltd. Istimewa - Dok. SKK Migas

Bisnis.com, TANGERANG — Direktur Utama PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) Hilmi Panigoro mengatakan, perseroan tengah menambah dua menara bor atau rig untuk meningkatkan pengeboran sumur pengembangan di Blok Corridor tahun ini. 

Hilmi menegaskan, upaya peningkatan produksi itu dilakukan untuk Blok Corridor kendati hak partisipasi atau participating interest (PI) Medco pada lapangan itu susut ke level 46%, setelah perpanjangan kontrak pada 20 Desember 2023 lalu. 

“Malahan tahun ini kita akan adakan dua rig untuk melakukan pengeboran tambahan supaya kita usahakan agar decline itu bisa dipertahankan,” kata Hilmi saat ditemui di sela-sela IPA Convex ke-48, ICE BSD City, dikutip Kamis (16/5/2024).

Hilmi mengatakan, susutnya PI Medco pada lapangan itu sebagai bagian dari kewajiban perpanjangan kontrak akhir tahun lalu. 

Kendati demikian, dia menegaskan, upaya pengeboran agresif untuk pengembangan serta eksplorasi lapangan lanjutan bakal terus dilakukan sebelum perpindahan operator ke PT Pertamina Hulu Energi (PHE) pada 2026 mendatang. 

“Dua drilling rig yang akan mengebor di Blok Corridor untuk mencari sumber-sumber baru baik itu pengembangan maupun eksplorasi,” tuturnya. 

Seperti diberitakan sebelumnya, kontrak bagi hasil Blok Corridor telah diperpanjang untuk 20 tahun, efektif sejak 20 Desember 2023 sampai dengan 2043. Lewat perpanjangan kontrak itu, amandemen kontrak bagi hasil disetujui kembali beralih ke cost recovery.  

Sebelum perpanjangan kontrak efektif, hak partisipasi atau PI sebesar 54% dipegang oleh Medco setelah akuisisi bagian milik ConocoPhillips Indonesia Holding Ltd dengan transaksi mencapai US$1,35 miliar pada awal Januari 2021 lalu. 

Selanjutnya, PI dipegang minoritas masing-masing oleh, Talisman Corridor Ltd. (Repsol) 36% dan Pertamina Hulu Energi Corridor sebesar 10%.  

Adapun, setelah efektif perpanjangan kontrak akhir tahun lalu, komposisi pemegang PI berubah drastis. Saat ini, Medco memegang hak partisipasi sebesar 46%, PHE Corridor sebanyak 30%, dan Repsol di angka 24%.  

Selanjutnya, Pertamina bakal menjadi operator Blok Corridor pada 2026 atau 3 tahun setelah kontrak berjalan di blok itu. Pengelolaan oleh Pertamina dianggap strategis untuk mengintegrasikan aset mereka di Blok Rokan dan Kilang Dumai di Riau.  

Perkiraan nilai investasi dari pelaksanaan komitmen kerja pasti (KKP) 5 tahun pertama sebesar US$25 juta dan bonus tanda tangan sebesar US$250 juta. 

Berdasarkan data saat ini Blok Corridor memiliki luas 2.095,25 kilometer persegi sebagian besar berada di Provinsi Sumatra Selatan. Pertamina juga memiliki empat wilayah kerja aktif di area Sumatra Selatan, yaitu Pertamina EP Aset 1, PHE Jambi Merang, PHE Ogan Komering, dan PHE Raja Tempirai.  

Seperti diberitakan sebelumnya, Mantan Dirjen Migas Kementerian ESDM Tutuka Ariadji mengatakan, belakangan tren produksi dari Lapangan Grissik, Blok Corridor mengalami penurunan. Di sisi lain, biaya produksi terus mengalami peningkatan beberapa tahun terakhir.   

Tutuka mengatakan, kementeriannya memfasilitasi MEDC untuk pindah ke skema cost recovery. Kendati demikian, dia meminta, MEDC untuk meningkatkan kembali tren produksi yang belakangan mulai susut.   

“Itu lapangan yang sudah menurun produksinya kemudian perlu upaya-upaya tambahan lah dalam produksinya,” kata dia.    

Berdasarkan data Ditjen Migas, rata-rata produksi tahunan year-to-date 14 Desember 2023 dari Blok Corridor sebesar 809 juta standar kaki kubik per hari (MMscfd) gas dan 5.491 barel minyak per hari (bopd).  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper