Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Di Hadapan Investor, Sri Mulyani Janji Transisi dari Jokowi ke Prabowo Bakal Mulus

Menkeu Sri Mulyani berjanji bahwa transisi pemerintah dari Presiden Jokowi ke Prabowo Subianto bakal berjalan mulus.
Menkeu Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN Kita edisi Maret pada Senin (25/5/2024). Dok Kemenkeu RI
Menkeu Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN Kita edisi Maret pada Senin (25/5/2024). Dok Kemenkeu RI

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjamin proses transisi pemerintahan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada Presiden terpilih Prabowo Subianto bakal berjalan mulus. 

Hal itu disampaikan Sri Mulyani Indrawati kepada investor dan pemangku kepentingan di acara Fitch on Indonesia yang digelar, Rabu (15/5/2024). 

" Selama masa transisi ini, yang di Indonesia sangat unik di mana pemerintahan akan berakhir pada 20 Oktober 2024 dan pada saat itu pemerintahan baru akan dimulai. Tetapi anggaran untuk pemerintahan berikutnya sedang dipersiapkan oleh pemerintahan saat ini," jelas Sri Mulyani. 

Dia mengatakan transisi pemerintahan dirancang sedemikian rupa sehingga dia mengajak pihak lain untuk bekerja sama antara pemerintah yang akan datang dan pemerintah yang akan selesai.

Sri Mulyani mengungkapkan pihaknya akan terus berkonsultasi dan tentu saja dari sisi politik akan terus berproses. Sementara dari sisi ekonomi, dan terutama dari sisi persiapan anggaran, pemerintahan saat ini akan mempersiapkannya sesuai dengan siklus anggaran yang diatur oleh undang-undang.

Menurutnya, proses transisi pemerintahan Indonesia sudah teruji dalam pemilihan umum sebelumnya, yaitu dari Presiden Megawati ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan kemudian periode kedua dari Presiden SBY ke Presiden Jokowi. Periode kedua ke Presiden Jokowi dan sekarang ke Presiden Prabowo.

"Kami sudah memiliki tradisi transisi yang relatif bisa ditangani dan beradab. Beradab itu sangat penting karena bahkan beberapa negara demokratis, negara demokratis yang sudah sangat tua pun, bisa tidak beradab dalam masa transisi ini," ungkapnya. 

Mengacu pada hal tersebut, Sri Mulyani  memastikan bahwa arah kebijakan yang secara fundamental penting bagi Indonesia, yaitu investasi di bidang sumber daya manusia, dalam menciptakan nilai tambah, berinvestasi lebih banyak untuk infrastruktur untuk menciptakan lebih banyak efisiensi dan produktivitas, serta membangun institusi yang lebih baik dan dapat diandalkan.

Hal ini juga ditunjukkan dalam berbagai forum internasional, lanjutnya, dimana Indonesia menunjukkan kepemimpinan dalam hal konsistensi antara prioritas dan program nasional, internal, domestik, dan program vis-a-vis peran RI dalam forum regional dan global.

"Kami menyadari bahwa Indonesia tidak dapat hidup sendiri, tidak ada negara, tidak ada orang yang dapat hidup sendiri, dan oleh karena itu kami terus menyuarakan semangat kerja sama dan kolaborasi," jelasnya. 

Sri Mulyani mengatakan hal ini sangat penting, terutama pada saat ekonomi dan politik global menjadi sangat terfragmentasi, suara kolaborasi dan kerja sama menjadi sangat penting.

Sebagai negara besar dengan sistem demokrasi, Sri Mulyani mengaku satu bidang yang ingin terus disuarakan oleh Indonesia karena hal ini sesuai dengan nilai konstitusi.

"Terakhir, saya ingin menyampaikan bahwa komitmen Indonesia terhadap perubahan iklim juga tidak tergoyahkan atau bahkan diperkuat," ucapnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper