Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kunjungan Kerja ke AS, Sandiaga Uno Lobi PBB untuk Program Ini

Indonesia ingin PBB mengembangkan program pelatihan dan lokakarya bagi negara-negara berkembang, serta fokus pada pariwisata berkelanjutan
Sandi membagikan momen pertemuannya dengan President of UN General Assembly Dennis Francis di United Nations Headquarters atau dikenal juga sebagai Markas Besar PBB/Instagram
Sandi membagikan momen pertemuannya dengan President of UN General Assembly Dennis Francis di United Nations Headquarters atau dikenal juga sebagai Markas Besar PBB/Instagram

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno membagikan sejumlah pertemuannya dengan tokoh-tokoh penting dalam rangkaian kunjungan kerja ke New York, Amerika Serikat.

Melalui platform media sosial Instagram @sandiuno, Sandi membagikan momen pertemuannya dengan President of UN General Assembly Dennis Francis di United Nations Headquarters atau dikenal juga sebagai Markas Besar PBB.

Dalam kesempatan tersebut, Sandi menyatakan keinginannya untuk berkolaborasi bersama PBB guna mengembangkan program pelatihan dan lokakarya bagi negara-negara berkembang, serta fokus pada pariwisata berkelanjutan dalam mengembangkan infrastruktur ramah lingkungan di tujuan wisata dan proyek pariwisata berbasis komunitas.

“Harapannya peluang kolaborasi ini dapat menghadirkan inovasi yang berdampak besar untuk penciptaan lapangan kerja dan mendorong kebangkitan ekonomi Indonesia,” kata Sandi melalui unggahannya, dikutip Rabu (17/4/2024).

Kemudian dalam unggahan berbeda, Sandi turut melakukan pertemuan dengan Sekretaris Jenderal Caribbean Tourism Organization Dona Regis di PTRI New York, AS.

Tak jauh berbeda dengan pertemuannya bersama Dennis Francis, Sandi dalam kesempatan ini juga mendorong peluang kolaborasi dalam peningkatan pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Kami membahas praktik pariwisata berkelanjutan, kesiapsiagaan bencana di sektor pariwisata, pariwisata maritim dan strategi pemasaran untuk menarik segmen wisatawan tertentu,” ungkapnya.

Menurutnya, Indonesia memiliki Bali yang dinilai sukses dalam menyeimbangkan keberlanjutan, budaya, dan atraksi. 

Selain itu, kedua negara juga memiliki potensi besar dalam ekonomi kreatif, seperti musik, film, seni, serta kesamaan ciri sebagai negara pulau.

“Saya yakin kerja sama pengembangan pariwisata yang berkelanjutan akan memberikan keuntungan yang lebih berdampak positif pada masyarakat setempat di destinasi,” pungkasnya. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Ni Luh Anggela
Editor : Kahfi
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper