Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bisnis Sewa Ruang Perkantoran Mulai Pulih Usai Pandemi, Ini Buktinya

Colliers menyebut suplai area perkantoran baik di wilayah CBD dan non-CBD, Jakarta yang mulai terbatas.
Ilustrasi kantor - Freepik
Ilustrasi kantor - Freepik

Bisnis.com, JAKARTA - Konsultan properti Colliers Indonesia memprediksi geliat bisnis properti pada sektor perkantoran akan berangsur pulih mulai tahun ini.

Senior Associate Director Collier Indonesia, Ferry Salonto, menyebut perbaikan itu tercermin dari suplai area perkantoran baik di wilayah CBD dan non-CBD yang mulai terbatas.

"Di 2024 suplai [area perkantoran] mulai tertekan dan akan berlanjut sampai 2026, karena proyeksi stok yang diperkirakan tersedia sampai 2026 jumlahnya terbatas, ini sebenarnya sesuatu yang positif untuk sektor perkantoran," kata Ferry dalam Media Briefing, Rabu (3/4/2024).

Pasalnya, tambah Ferry, melimpahnya pasokan area perkantoran kosong menjadi salah satu kendala yang menghambat pasar perkantoran selama ini.

Terlebih, usai pandemi Covid-19, perilaku konsumen juga mengalami pergeseran. Di mana, banyak perusahaan yang melakukan pengurangan space ruang kantor.

Lebih lanjut, Ferry menjelaskan bahwa saat ini total pasok kumulatif area perkantoran di Jakarta mencapai 11,13 juta meter persegi (m2). Perinciannya, sebanyak 7,38 juta m2 merupakan pasokan di area CBD dan sisanya sebanyak 3,75 m2 merupakan pasokan di luar CBD.

Sejalan dengan proyeksi tersebut, permintaan perkantoran mulai membaik. Area perkantoran di wilayah TB Simatupang misalnya, tingkat keterisiannya melonjak ke level 77,4%.

"Tingkat serapan gedung perkantoran di TB Simatupang masih menjadi kontributor utama di luar CBD," ujar Ferry.

Selanjutnya, perbaikan okupansi juga terlihat di area CBD yang meningkat menjadi 74,7% dan luar CBD menjadi 77,2% yang membaik dibandingkan dengan posisi pada kuartal IV/2023.

Namun demikian, hingga akhir 2024 Colliers memprediksi tingkat hunian perkantoran wilayah di luar CBD akan mengalami penyusutan. Hal itu disebabkan bakal adanya tambahan pasok dari beberapa proyek yang sempat tertunda.

"Jumlah tambahan pasok yang tinggi karena penyelesaian beberapa proyek yang tertunda akan kembali menekan tingkat hunian di luar CBD," tutur Ferry.

Sementara itu, saat ini tarif dasar sewa tertinggi saat ini masih ditempati oleh area perkantoran di CBD tercatat sebesar Rp231.222 per m2.

Kemudian, tarif dasar sewa perkantoran di luar CBD sebesar Rp167.758 per m2 serta TB Simatupang sebesar Rp176.982 per m2.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper