Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pemerintah Italia Lego 12,5% Saham Bank Tertua di Dunia, Nilainya Rp11,12 Triliun

Pemerintah Italia menjual 157,5 juta saham bank tertua di dunia Banca Monte dei Paschi di Siena dengan harga 4,15 euro tiap saham.
Bendera Italia - Reuters
Bendera Italia - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Italia menjual sekitar 12,5% saham dari bank tertua di dunia Banca Monte dei Paschi di Siena SpA senilai US$704 juta atau sekitar Rp11,12 triliun (asumsi kurs Rp15.800) sebagai bagian rencana divestasi.

Dilansir Bloomberg pada Rabu (27/3/2024), Kementerian Keuangan Italia menyatakan pemerintah menjual 157,5 juta saham dengan harga 4,15 euro tiap saham, dengan 2,5% diskon dari harga penutupan saham Monte Paschi.

Usai penjualan ini, sisa saham yang dimiliki Pemerintah Italia sebesar 26,7%. BofA Securities, Citigroup Global Markets Europe AG, Jefferies and Mediobance bertindak sebagai koordinator global dan joint bookrunners.

Hasil dari penjualan tersebut akan digunakan untuk mengurangi utang Italia yang sangat besar, dan kemudian digunakan untuk program privatisasi senilai €20 miliar yang diluncurkan oleh pemerintah.

Analis Bloomberg Intelligence Lento Tang dan Ilia Shchupko menilai pelepasan 12,5% saham Monte Paschi oleh Pemerintah Italia akan menurunkan kepemilikan di bawah 27%.

Angka ini dinilai masih merupakan angka yang tinggi, tetapi satu langkah lebih dekat untuk menjadikan bank tertua di dunia tersebut sebagai target merger dan akuisisi yang potensial. "CEO Monte Paschi telah berulang kali menyerukan konsolidasi di sektor perbankan Italia setelah rencana pemulihan yang dilaksanakan dengan baik oleh bank tersebut," tulis keduanya.

Adapun, Pemerintah Italia telah memulai proses pelepasan saham Monte Paschi pada November 2023 dengan menjual 25% saham senilai €920 million.

Monte Paschi berdiri sejak 1472 dan telah mengalami serangkaian krisis untuk tetap bertahan. Bank tertua di dunia ini pertama kali diberikan bantuan atau bail out pada 2009 setelah diterpa kredit macet dan kegagalan kesepakatan derivatif.

Pada dekade berikutnya, bank ini kesulitan untuk menghasilkan keuntungan yang konsisten, mengingat batasan yang ditetapkan Uni Eropa sebagai imbalan atas nasionalisasi pada tahun 2017.

Pemerintah telah lama berjuang untuk menjual saham mayoritasnya di Siena, Paschi yang berbasis di Italia. Tiga tahun lalu, pemerintah sebelumnya mencoba dan gagal menggabungkan Paschi dengan UniCredit SpA.

Namun, kemajuan yang dicapai di bawah kepemimpinan CEO Luigi Lovaglio, yang menerapkan perubahan setelah bertahun-tahun melakukan restrukturisasi, telah membuat Paschi lebih menarik bagi investor.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Sumber : Bloomberg
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper