Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Gubernur Bank Italia Dorong Bank Sentral Eropa Segera Pangkas Suku Bunga

Gubernur Bank Italia Fabio Panette meminta Bank Sentral Eropa (ECB) segera mulai memangkas suku bunga.
Kanptr pusat Bank Sentral Eropa (ECB) di Frankfurt, Jerman/Reuters-Alex Domanski
Kanptr pusat Bank Sentral Eropa (ECB) di Frankfurt, Jerman/Reuters-Alex Domanski

Bisnis.com, JAKARTA – Gubernur Bank Italia Fabio Panette meminta Bank Sentral Eropa (ECB) harus segera mulai memangkas suku bunga yang telah mencapai level tertinggi, yakni 4% pada September 2023. 

Panette dalam acara tahunan Assiom Forex di Genoa, Sabtu (10/2/2024), melihat bahwa kondisi makroekonomi menunjukkan bahwa disinflasi berada pada tahap lanjut, dan kemajuan menuju target 2% terus berlanjut dengan cepat. 

“Waktu untuk pembalikan sikap kebijakan moneter semakin dekat,” katanya, dikutip dari Bloomberg, Minggu (11/2/2024). 

Para pejabat ECB sedang bersiap untuk melonggarkan kebijakan tahun ini untuk kawasan Eropa, yang diproyeksi pada April atau Juni. 

Meski demikian, keputusan tersebut akan bergantung pada inflasi, yang telah jatuh dalam beberapa bulan terakhir tetapi diperkirakan tidak akan mencapai target 2% lagi hingga tahun depan.

"Tidak ada kenaikan ekspektasi inflasi, jika ada risiko-risiko penurunan yang muncul. Kekhawatiran mengenai hipotesis inflasi inti yang terus menerus tinggi juga terbukti tidak berdasar,” ungkapnya. 

Inflasi Kawasan Euro Telah Melambat

Beberapa pembuat kebijakan telah menyarankan bahwa kenaikan upah dapat memberikan dampak pada pertumbuhan harga konsumen dan ECB perlu menunggu data-data tersebut. 

Kepala bank sentral Italia yang dikenal dengan sikap dovish-nya itu mengatakan bahwa ancaman seperti itu dibesar-besarkan. 

Panette mengatakan bahwa risiko tetap ada bahwa pertumbuhan upah nominal yang masih kuat dapat memicu kembali inflasi. Kemungkinan tersebut tidak boleh diremehkan, tetapi melihat lebih dekat pada data dapat meredakan kekhawatiran ini. 

Dirinya juga memperingatkan agar tidak terlalu banyak menunda langkah untuk pelonggaran kebijakan moneter. 

"Jika kebijakan moneter terlalu lama untuk mengiringi disinflasi yang sedang berlangsung, risiko-risiko penurunan terhadap inflasi dapat muncul yang akan bertentangan dengan sifat simetris dari tujuan yang telah ditetapkan oleh Dewan Pemerintahan ECB," ujarnya.

Beberapa pejabat telah mulai berpikir tentang bagaimana untuk mempercepat pelonggaran setelah dimulai. Panetta bergabung dengan rekan-rekannya yang mendorong pendekatan langkah demi langkah.

"Kita perlu mempertimbangkan pro dan kontra dari pemotongan suku bunga dengan cepat dan bertahap, dibandingkan dengan nanti dan lebih agresif, yang dapat meningkatkan volatilitas di pasar keuangan dan aktivitas ekonomi," katanya.

Situasi Italia

Berbicara mengenai prospek ekonomi Italia, Panetta menunjukkan bahwa defisit akan menurun tetapi utang sepertinya tidak akan menyusut.

Data pemerintah Italia 2023 menunjukkan bahwa defisit fiskal dan utang publik sebagai persentase dari PDB telah turun. Selama beberapa tahun ke depan, terlepas dari penurunan defisit yang diharapkan, Panette yakin utang akan tetap stabil secara umum. 

Dia menggambarkan prospek yang lebih cerah mengenai situasi bank-bank Italia dengan mengatakan bahwa indikator-indikator neraca keuangannya positif dengan rasio-rasio likuiditas yang jauh di atas persyaratan regulasi dan profitabilitas yang meningkat.

Namun, Panetta memperingatkan bahwa kondisi yang menguntungkan bagi bank-bank ini tidak akan bertahan lama dan para pemberi pinjaman harus mempersiapkan diri untuk masa depan dengan mempertahankan struktur jatuh tempo yang seimbang antara aset dan kewajiban, manajemen yang baik untuk kredit macet, dan menjaga kesehatan basis modal mereka.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Reni Lestari
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper