Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Jerome Powell: The Fed Akan Tunggu Setelah Maret 2024 untuk Pangkas Suku Bunga

Ketua The Fed Jerome Powell mengatakan akan menunggu setelah Maret 2023 untuk memangkas suku bunga.
Ketua Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell berbicara dalam konferensi pers setelah pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) di Washington, DC, AS, Rabu (26/7/2023). / Reuters
Ketua Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell berbicara dalam konferensi pers setelah pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) di Washington, DC, AS, Rabu (26/7/2023). / Reuters

Bisnis.comJAKARTA - Ketua bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed Jerome Powell mengatakan bahwa para pengambil kebijakan akan menunggu setelah Maret 2024 untuk memangkas suku bunga acuan. 

Hal tersebut diungkapkan oleh Powell dengan menegaskan bahwa para pejabat The Fed ingin melihat lebih banyak data ekonomi untuk memastikan inflasi berada pada jalur ke 2%.

“Bahaya dari tindakan yang terlalu cepat adalah bahwa pekerjaan belum selesai, dan bahwa data yang sangat baik yang kita peroleh selama enam bulan terakhir ternyata tidak menjadi indikator yang sebenarnya mengenai arah inflasi,” terangnya seperti dikutip dari Bloomberg, Senin (5/2).

Powell dan The Fed menilai bahwa hal yang bijaksana untuk dilakukan adalah memberikan waktu dan melihat data terus mengkonfirmasi bahwa inflasi turun ke 2% dengan cara yang berkelanjutan. 

Mengenai jalur inflasi pada pertemuan tanggal 19-20 Maret 2024, Ia juga berpendapat bahwa kecil kemungkinannya bahwa Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) akan mencapai tingkat kepercayaan tersebut, 

Adapun, Powell juga berkomentar dengan menekankan kemungkinan bahwa investor obligasi telah melampaui batas dalam memprediksi pemotongan suku bunga yang cepat, sehingga harga obligasi jatuh di pasar Asia.

Powell juga menyatakan bahwa dia tidak memperkirakan para pengambil kebijakan akan secara dramatis mengubah perkiraan suku bunga pada tahun depan. 

Menurut survei pada Desember 2023, berdasarkan perkiraan median, mayoritas pihaknya berharap suku bunga acuan pinjaman akan mencapai 4,6% pada akhir tahun 2024.

“Semua kecuali beberapa peserta kami percaya bahwa akan tepat bagi kami untuk mulai mengurangi sikap restriktif dengan memotong suku bunga tahun ini,” jelas Powell. 

Ia juga menuturkan bahwa kasus dasar mereka adalah akan melakukan pemangkasan suku bunga. Namun, pihaknya mencoba untuk memilih waktu yang tepat, meningkat konteks keseluruhannya. 

Di lain sisi, Powell juga menekankan lagi komentar yang telah ia berikan pada masa lalu, bahwa pejabat The Fed tidak memasukkan faktor politik atau pemilu ke dalam keputusan kebijakan mereka. 

Powell mengatakan bahwa pihaknya tidak pernah melakukannya, dan tidak akan melakukannya. 

“Integritas tidak ternilai harganya, dan pada akhirnya, hanya itu yang Anda miliki,” jelas Powell.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper