Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Prabowo-Gibran Menang Pilpres, Rp6,68 Triliun Modal Asing Cabut dari RI

Bank Indonesia (BI) mencatat terjadi aliran modal keluar sebesar Rp6,68 triliun bersamaan dengan pengumuman kemenangan Prabowo-Gibran dalam Pilpres 2024.
Calon Presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto didampingi sejumlah Ketua Umum Partai Koalisi Indonesia Maju menyampaikan pidato politik usai penetapan hasil Pemilu 2024 di Jalan Kertanegara, Jakarta, Rabu (20/3/2024). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Calon Presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto didampingi sejumlah Ketua Umum Partai Koalisi Indonesia Maju menyampaikan pidato politik usai penetapan hasil Pemilu 2024 di Jalan Kertanegara, Jakarta, Rabu (20/3/2024). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – Bank Indonesia (BI) mencatat terjadi aliran modal keluar sebesar Rp6,68 triliun dari pasar keuangan domestik pada pekan lalu (18 Maret-22 Maret) bersamaan dengan pengumuman kemenangan Prabowo-Gibran dalam Pilpres 2024.

“Berdasarkan data transaksi 18–21 Maret 2024, nonresiden di pasar keuangan domestik tercatat jual neto Rp6,68 triliun,” kata Asisten Gubernur BI Erwin Haryono melalui keterangan resmi, dikutip Senin (25/3/2024).

Erwin menjelaskan, jumlah tersebut terdiri dari jual neto Rp8,20 triliun di pasar Surat Berharga Negara (SBN), beli neto Rp1,77 triliun di pasar saham, dan jual neto Rp0,25 triliun di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Sepanjang 2024 atau hingga 21 Maret 2024, BI mencatat nonresiden jual neto Rp24,92 triliun di pasar SBN.

Sementara itu, tercatat nonresiden beli neto sebesar Rp27,93 triliun di pasar saham, dan beli neto Rp21,93 triliun di SRBI.

Sejalan dengan perkembangan tersebut, premi credit default swap (CDS) Indonesia 5 tahun per 21 Maret 2024 sebesar 69,70 bps, naik dibandingkan 15 Maret 2024 sebesar 68,23 bps.

Tingkat imbal hasil SBN 10 tahun pada Jumat pagi (22/3) tercatat naik tipis menjadi 6,63% dari 6,62% pada Kamis (21/3).

Nilai tukar rupiah pada Jumat pagi (22/3) dibuka pada level (bid) Rp15.710 per dolar AS, dari Kamis (21/3) pada level (bid) Rp15.655 per dolar AS.

Erwin mengatakan, BI ke depan akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait serta mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

---------------

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Maria Elena
Editor : Pandu Gumilar
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper