Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kementan Siap Genjot Produksi Beras 2024 hingga 32 Juta Ton

Kementan telah menyiapkan strategi untuk genjot produksi beras 2024 mencapai 32 juta ton.
Petani beraktivitas di lahan persawahan di kawasan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Banten, Senin (17/1/2022). Bisnis/Fanny Kusumawardhani
Petani beraktivitas di lahan persawahan di kawasan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Banten, Senin (17/1/2022). Bisnis/Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA -  Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan produksi beras tahun ini sebesar 32 juta ton. Target produksi tersebut lebih tinggi dari realisasi produksi beras pada 2023 sebesar 31,1 juta ton.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah untuk merealisasikan target produksi beras pada 2024. Menurutnya, Kementan telah melakukan refocusing anggaran 2024 sebesar Rp17,74 triliun untuk mengakselerasi peningkatan produksi beras dan jagung tahun ini.

"Refocusing ini tidak merubah total pagu dan komposisi anggaran per program Kementan," ujar Amran dalam rapat kerja bersama Komisi IV DPR, Rabu (13/3/2024).

Selain itu, Kementan juga mengajukan alokasi biaya tambahan (ABT) sebesar Rp5,8 triliun untuk menggenjot produksi. Adapun ABT tersebut nantinya digunakan untuk kegiatan pengairan dan penyediaan pompa air untuk lahan sawah yang kering, optimalisasi lahan rawa untuk padi, penanaman padi gogo di lahan sawit, serta penyediaan benih bermutu.

Menurut Amran, upaya pengairan dan pompanisasi lahan padi akan dilakukan di 11 Provinsi. Khusus di Pulau Jawa ada 500.000 hektare yang akan dibantu pengairannya.

Sementara itu, optimalisasi lahan rawa untuk padi akan dilakukan di 400.000 hektare yang tersebar di 10 provinsi. Adapun untuk penanaman padi gogo dilakukan di 500.000 hektare lahan sawit.

Lebih lanjut, Amran mengatakan, untuk menyokong produksi beras tahun ini pihaknya kembali mengalokasikan volume pupuk bersubsidi menjadi 9,55 juta ton seperti yang terjadi pada 2014. Menurutnya, alokasi pupuk bersubsidi terus mengalami penurunan sejak lima tahun terakhir.

Adapun pada 2019 alokasi volume pupuk bersubsidi mencapai 8,87 juta ton, dan turun hampir 50% menjadi 4,73 juta ton pada 2024. Oleh karena itu, pemerintah tahun ini juga menambahkan anggaran pupuk subsidi sebanyak Rp14 triliun sehingga volume pupuk subsidi 2024 bisa ditingkatkan menjadi 9,55 juta ton.

"Pengambilan pupuk subsidi tahun ini boleh menggunakan KTP," katanya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Dwi Rachmawati
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper