Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

China dan Malaysia Bakal Garap Proyek Hunian di IKN, Kapan Mulai Konstruksi?

China dan Malaysia akan menjadi investor pionir yang merealisasikan investasi asing di IKN dengan menggarap proyek hunian.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan seremoni penyelesaian akhir atau topping off hunian aparatur sipil negara (ASN) dan personel pertahanan keamanan (hankam) di Kawasan Ibu Kota Nusantara, Provinsi Kalimantan Timur pada Jumat, 1 Maret 2024 - BPMI Setpres/Muchlis Jr
Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan seremoni penyelesaian akhir atau topping off hunian aparatur sipil negara (ASN) dan personel pertahanan keamanan (hankam) di Kawasan Ibu Kota Nusantara, Provinsi Kalimantan Timur pada Jumat, 1 Maret 2024 - BPMI Setpres/Muchlis Jr

Bisnis.com, JAKARTA - Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menyampaikan kabar terbaru mengenai investasi asing di megaproyek IKN. Dalam laporannya, konsorsium asal China dan Malaysia dalam waktu dekat disebut bakal mulai menggarap proyek hunian di IKN.

Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi, Agung Wicaksono, menjelaskan bahwa hingga saat ini setidaknya sudah terdapat 3 pemrakarsa asing yang siap menyuntikkan modalnya di IKN, khususnya pada sektor hunian.

"Investasi asing yang sangat real paling tidak ada dua, pertama dari konsorsium Tiongkok yang akan bermitra bersama perusahaan lokal di Konsorsium Nusantara, dan dua lagi dari Malaysia," kata Agung saat ditemui usai Market Sounding di Hotel Ayana, Jakarta, Kamis (7/3/2024).

Agung menuturkan, saat ini progres rencana investasi dari investor asing asal dua negara tersebut tengah melalui tahap evaluasi studi kelayakan di Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Saat ditanya lebih rinci berapa kira-kira potensi investasi yang bakal diguyurkan oleh investor asing asal China dan Malaysia tersebut, Agung enggan menjabarkan.

"Untuk potensi nilainya berapa secara spesifik saya tidak bisa sebut, karena ini tergantung nanti hasil tender berapa. Tetapi, nanti dari 7 pemrakarsa itu sekitar Rp50 triliun itu capex bisa terwujud. Di mana, 3 dari 7 pemrakarsa itu dari asing," pungkas Agung.

Agung menjelaskan investasi asing pada sektor hunian tersebut diperkirakan belum dapat dilaksanakan pada groundbreaking IKN tahap 6 yang akan digelar Mei 2024. Kendati demikian, OIKN optimis rencana investasi itu akan mulai konstruksi di IKN pada tahun ini.

Berdasarkan catatan Bisnis, perusahaan asal China yang sempat disebut oleh OIKN yakni Citic Construction yang tergabung dalam Konsorsium Nusantara bersama dengan PT Risjadson Brunsfield Nusantara akan membangun sebanyak 60 tower rusun untuk Kementerian Pertahanan dan Keamanan.

Adapun, konsorsium Nusantara tersebut dilaporkan berkomitmen membangun 60 tower rusun dengan nilai investasi sebesar Rp30,8 triliun. 

Selanjutnya, perusahaan properti asal Malaysia yakni IJM Corporation Berhad juga diketahui bakal membangun 20 tower hunian ASN di IKN dan Maxim Properties akan membangun 10 tower hunian ASN. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper