Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Inflasi Pangan Meroket, Pemerintah Pastikan Turun pada Pertengahan Maret 2024

BPS mencatat inflasi harga bergejolak pada Februari 2024 mencapai 8,47% secara tahunan dan memberikan andil terhadap inflasi sebesar 1,34%.
Pedagang melayani pembeli di salah satu pasar tradisional di Bogor, Jawa Barat, Selasa (14/3/2023). JIBI/Abdurachman
Pedagang melayani pembeli di salah satu pasar tradisional di Bogor, Jawa Barat, Selasa (14/3/2023). JIBI/Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah memastikan tekanan pada inflasi pangan atau harga bergejolak (volatile food/VF) akan mereda seiring dengan pasokan yang mulai terkendali pada pertengahan bulan ini.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi harga bergejolak pada Februari 2024 mencapai 8,47% secara tahunan (year-on-year/yoy) dan memberikan andil terhadap inflasi sebesar 1,34%.

Inflasi pada komponen harga bergejolak ini menjadi penyumbang terbesar inflasi pada periode tersebut yang mencapai 2,75% yoy, naik dari bulan sebelumnya sebesar 2,57%.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso menyampaikan bahwa perkembangan inflasi pada Februari 2024 memang utamanya dipengaruhi oleh fluktuasi harga pada komponen volatile food

Dia menjelaskan kenaikan harga pangan, khususnya beras, terutama dipicu oleh masalah iklim yang sehingga menyebabkan mundurnya masa tanam dan masa panen. Selain itu, cadangan dari impor juga belum sepenuhnya terealisasi.

“Di Maret perkiraan akan mulai masa panen di pertengahan. Masuk Maret akan ada tren penurunan harga. Harga internasional pun mulai turun,” katanya saat ditemui di kantor Kemenko Perekonomian, Jumat (1/3/2024).

Oleh karena itu, Susiwijono memastikan inflasi pangan akan mulai terkendali ke depan. Pemerintah juga telah melakukan persiapan untuk mengendalikan harga menjelang periode Ramadan dan Idulfitri.

“Masuk Ramadan di pertengahan Maret mudah-mudahan tadi, karena supply-nya sudah semakin banyak, baik yang di domestik dan impor, kita sangat yakin pasokan dan harga lebih baik, terkendali,” jelasnya.

Dia juga memastikan cadangan beras pemerintah (CBP) di Bulog akan terpenuhi pada periode Ramadan dan Idulfitri. Pemerintah pun akan tetap menyalurkan bantuan pangan untuk mengontrol harga pangan.

Susiwijono optimistis, laju inflasi umum di dalam negeri akan tetap terkendali, bahkan diperkirakan berada di bawah 3% pada akhir tahun ini.

“Sampai akhir tahun kita masih yakin, mungkin, kemarin hitungan kita masih terkendali, paling tinggi 2,8% sampai akhir tahun,” katanya. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Maria Elena
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper