Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

RI Butuh 2,5 Juta Sapi Perah Aktif Untuk Jalankan Program Susu Gratis

Implementasi program susu gratis yang digaungkan oleh Prabowo-Gibran diperkirakan membutuhkan setidaknya 2,5 juta sapi perah aktif
Peternak menuangkan susu sapi hasil perahan ke wadah, di Subang, Jawa Barat, Sabtu (28/3/2015)./JIBI-Bisnis/Rachman
Peternak menuangkan susu sapi hasil perahan ke wadah, di Subang, Jawa Barat, Sabtu (28/3/2015)./JIBI-Bisnis/Rachman

Bisnis.com, JAKARTA - Induk Holding BUMN Pangan PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero), ID Food mengungkapkan, Indonesia butuh sekitar 2 juta hingga 2,5 juta sapi perah aktif untuk menjalankan program susu gratis. Program ini digaungkan oleh pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming.

Direktur Pengembangan dan Pengendalian Usaha ID Food Dirgayuza Setiawan mengungkapkan, Indonesia saat ini hanya memiliki sekitar 400.000-an ekor sapi perah produktif dan produksi nasional hanya meningkat 1,5% selama 5 tahun terakhir. Untuk memenuhi kebutuhan nasional saja, Indonesia masih membutuhkan sekitar 1,2 juta ekor sapi perah aktif. 

“Itu belum memperhitungkan tambahan kebutuhan kalau misalnya ada program susu gratis. Kalau semua proteinnya benar-benar dari susu, maka kita butuh sekitar 2-2,5 juta sapi perah aktif,” kata Dirga dalam CNBC Economic Outlook 2024, Kamis (29/2/2024).

Dia mengungkapkan, kebutuhan susu nasional saat ini hampir 80% dipenuhi dari impor, di mana impor susu didominasi oleh powder milk atau susu bubuk. Oleh karena itu, pemerintah selanjutnya perlu membuat kebijakan yang mampu mendorong produksi susu domestik untuk menekan impor.

Dirga menyebut, Menteri BUMN Erick Thohir beberapa kali sudah berkunjung ke Qatar dan India untuk menjalin kerja sama di industri ini. Kedua negara ini diketahui sukses mengurangi ketergantungan impor susu dengan menggenjot produksi dalam negeri. Dengan begitu, negara-negara ini mampu memenuhi kebutuhan susu dalam negeri.

Program susu gratis ini sebetulnya bukan hal baru. Dirga mengatakan, selain India dan Brazil, Thailand, Filipina, dan Malaysia sudah menerapkan program ini. Thailand misalnya, 40% produksi dalam negeri dialokasikan untuk program susu gratis.

“Jadi ini bukan program yang Pak Prabowo dan Mas Gibran ujug-ujug usulkan. Bahkan, PBB melalui UN WFP sudah mendeklarasikan 2030 harusnya seluruh dunia sudah menerapkan program makan siang dan susu gratis,” jelasnya. 

Sebagaimana diketahui, pasangan calon Prabowo-Gibran berencana untuk memberi makan siang dan susu gratis kepada siswa pra-sekolah, SD, SMP, SMA, dan pesantren. Program ini bertujuan untuk menekan angka stunting di Indonesia sehingga SDM kedepannya memiliki kualitas hidup yang baik.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper