Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Indonesia Butuh Tarik Investasi Rp1.750 Triliun untuk Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi 2025

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan Indonesia perlu menarik investasi yang lebih besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan kata sambutan dalam acara Seminar Nasional Outlook Perekonomian Indonesia 2024 di Jakarta, Jumat (22/12/2023). Youtube Kemenko Perekonomian RI
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan kata sambutan dalam acara Seminar Nasional Outlook Perekonomian Indonesia 2024 di Jakarta, Jumat (22/12/2023). Youtube Kemenko Perekonomian RI

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa Indonesia perlu mendatangkan investasi yang lebih besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi pada 2025.

Dia menjelaskan porsi dari konsumsi pemerintah hanya sebesar 15% dari total produk domestik bruto (PDB) Indonesia, sehingga investasi sangat dibutuhkan untuk bisa mencapai target pertumbuhan ekonomi. 

“Seperti untuk 2025 nanti kita tahu anggaran kita terhadap PDB 15%, sehingga 85% ekonomi kita tidak tergantung pada APBN, dari situ fungsi daripada investasi sangat besar dan ke depan investasi yang dibutuhkan sekitar Rp1.750 triliun,” katanya, Rabu (28/2/2024).

Sebagaimana diketahui, Indonesia saat ini sedang dalam proses bergabung dengan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD). Indonesia merupakan negara pertama di Asia Tenggara yang mengajukan diri bergabung.

Airlangga yakin, dengan bergabungnya Indonesia menjadi anggota OECD, kinerja investasi dan perdagangan akan terdongkrak. Pasalnya, Indonesia harus melakukan penyesuaian standar dan kebijakan yang berlaku di antara 38 negara anggota OECD.

Dari sisi investasi, imbuhnya, Indonesia telah melakukan reformasi struktural melalui UU Cipta Kerja, yang telah meningkatkan kepercayaan investor.

“[UU Cipta Kerja] ini mendapatkan apresiasi, dan juga investasi meningkat karena mereka melihat indonesia semakin transparan dan regulasinya semakin jelas,” jelasnya.

Sementara dari sisi perdagangan, Airlangga mengatakan bahwa Indonesia sudah banyak melakukan penandatanganan kerja sama dengan sejumlah negara, misalnya Indonesia dan European Free Trade Association (Indonesia-EFTA), saat ini juga sedang dirundingkan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Maria Elena
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper