Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Harga Beras Diprediksi Mulai Turun Awal Maret, Ini Alasannya

Guru Besar IPB University memprediksi harga beras bakal mulai turun pada awal Maret 2024
Pedagang menata beras di salah satu agen beras di Tangerang Selatan, Banten. Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Pedagang menata beras di salah satu agen beras di Tangerang Selatan, Banten. Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Harga beras diprediksi mulai turun pada pekan pertama Maret 2024 seiring dengan harga harga gabah kering panen atau GKP di tingkat petani.

Guru Besar IPB University sekaligus Ketua Umum Asosiasi Bank Benih dan Teknologi Tani Indonesia (AB2TI), Dwi Andreas Santosa mengatakan, hasil laporan AB2TI di sejumlah wilayah di Jawa Timur dan Jawa Barat mendapati adanya penurunan harga gabah di petani. Misalnya, untuk di Jawa Timur seperti Jember, Lamongan, Ngawi, dan Tuban harga gabah telah turun Rp1.000 dalam 10 hari terakhir.

"Di Jawa Timur pada 16 Februari [2024] rata-rata harga gabah Rp8.200 [per kilogram], kemarin pada 27 Februari 2024 sudah turun jauh sekitar Rp7.000 - Rp7.200 [per kilogram]," ujar Andreas saat dihubungi, Rabu (28/2/2024).

Sementara itu, sentra produksi beras di Jawa Barat seperti Subang, Karawang dan Indramayu, kata dia, juga mengalami penurunan harga gabah. Meskipun tidak signifikan seperti yang terjadi di Jawa Timur. Bahkan, di wilayah Sumatera Selatan harga gabah sudah di angka Rp6.700 per kilogram.

"Di Jawa Barat turunannya lebih kecil, 16 Februari lalu rata-rata Rp8.500 [per kilogram], saat ini di angka Rp8.000," bebernya.

Adanya tren penurunan harga gabah di petani berpeluang membuat harga beras di masyarakat melandai. Andreas memprediksi rata-rata harga beras akan turun hingga puncak panen raya pada April 2024 ke level Rp14.500 - Rp14.700 per kilogram. Harga beras saat panen raya tahun ini tetap akan lebih tinggi dari harga beras saat panen raya di tahun sebelumnya, meskipun diprekirakan turun.

"Lalu nanti akan turun walaupun tidak akan turun signifikan seperti harga gabah, tapi turun sehingga saya perkirakan mulai di minggu pertama Maret akan mulai turun harga beras, itu turun terus nanti sampai April [2024]," kata Andreas.

Kendati begitu, dia menekankan adanya kekhawatiran para petani akan merugi saat puncak panen raya imbas anjloknya harga gabah di bawah biaya produksi mereka. Adapun AB2TI mencatat biaya produksi yang dikeluarkan petani saat ini sudah di kisaran Rp6.000 per kilogram GKP.

"Khawatir saya ini [harga GKP] bisa di angka Rp6.000, kalau Gini petani rugi nanti," tuturnya.

Oleh karena itu, dia menegaskan bahwa pemerintah perlu mengendalikan impor beras saat memasuki periode panen raya agar harga gabah petani bisa terjaga. Adapun pemerintah telah menetapkan kuota impor beras 2024 sebanyak 3,6 juta ton.

"Perlu pengendalian impor, kalau perlu kita lihat perkembangan 1-2 minggu ke depan kalau harga gabah terus menurun, sebaiknya pemerintah hentikan dulu impor," ucapnya.

Menyitir Panel Harga Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), rata-rata harga beras premium hari ini di level Rp16.410 per kilogram dan Rp14.300 per kilogram untuk beras medium. Harga beras saat ini masih di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah dalam Perbadan No.7/2023 sebesar Rp13.900- Rp14.800 per kilogram untuk beras premium dan Rp10.900-Rp11.800 per kilogram untuk beras medium.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Dwi Rachmawati
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper