Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Instran Usulkan Tarif Promo LRT Jabodebek Diperpanjang

Tarif promo LRT Jabodebek diusulkan diperpanjang oleh Instran, ini alasannya
Instran Usulkan Tarif Promo LRT Jabodebek Diperpanjang. Bisnis/Himawan L Nugraha
Instran Usulkan Tarif Promo LRT Jabodebek Diperpanjang. Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Tarif promo LRT Jabodebek disarankan diperpanjang guna menggenjot tingkat okupansi harian pengguna moda transportasi ini. 

Direktur Eksekutif Institut Studi Transportasi (Instran) Deddy Herlambang menilai masa berlaku tarif promo LRT Jabodebek sebaiknya diperpanjang. Hal ini mengingat tingkat okupansi atau load factor yang masih dapat dimaksimalkan dengan pemberlakuan tarif promo. 

Adapun, data dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat pada Februari 2024 rata-rata penumpang harian LRT Jabodebek mencapai 52.858 orang per hari. 

"Belum mencapai load factor 70% jika target harian 137.000 (penumpang). Jadi, sebaiknya tarif diharapkan masih diskon," kata Deddy saat dihubungi, Minggu (25/2/2024).

Dia melanjutkan, tarif promo tersebut sebaiknya dihapuskan jika tingkat keterisian harian LRT Jabodebek sudah mencapai 70%. 

Ke depannya, Deddy juga berharap pemerintah tetap mempertahankan skema tarif dinamis (dynamic pricing). Menurutnya, pemberlakuan dynamic pricing memunculkan asas keadilan dari tarif yang akan dipilih masyarakat dari waktu jam sibuk dan jam non sibuk.

Dia melanjutkan, pemerintah juga perlu merancang kebijakan push and pull yang optimal dalam menarik minat masyarakat untuk beralih ke moda transportasi umum seperti LRT Jabodebek. 

"Ini bukan domain KAI sendiri, tetapi kebijakan pemerintah yang membatasi penggunaan kendaraan pribadi juga harus baik," lanjutnya. 

Deddy menambahkan, penerapan tarif promo menjadi salah satu faktor yang menyebabkan kenaikan penumpang harian LRT Jabodebek. Kondisi ini juga ditambah dengan trase atau jalur LRT Jabodebek yang cenderung strategis. 

"Trase LRT Jabodebek masuk ke simpul-simpul yang padat dan juga didukung integrasi antarmoda," kata Deddy. 

Sebelumnya, Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati mengatakan, pihaknya dan stakeholder terkait tengah mengevaluasi penerapan tarif promo yang sudah diberlakukan sejak 1 Desember 2023. 

Dia menuturkan, rencananya skema tarif LRT Jabodebek akan kembali ke ketetapan sebelumnya yang telah diatur dalam Keputusan Menteri Perhubungan (KM) No 67/ 2023 tentang Tarif Angkutan Orang dengan Kereta Api Ringan Terintegrasi di Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi untuk Melaksanakan Kewajiban Pelayanan Publik, dengan pembatasan hingga tarif tertentu. 

"Kemungkinan akan kembali ke pembatasan maksimal senilai tertentu sesuai Kepmenhub yang ada," kata Adita. 

Sebagai informasi, skema tarif LRT Jabodebek yang saat ini berlaku menggunakan skema tarif dinamis atau dynamic pricing. Skema ini membedakan tarif yang dikenakan kepada penumpang berdasarkan jam sibuk (peak hour) dan nonsibuk (off peak hour). 

Secara terperinci, tarif LRT pada hari kerja (Senin-Jumat) pada jam sibuk adalah sebesar Rp3.000 untuk 1 km pertama dan maksimal sebesar Rp20.000. Adapun, periode waktu jam sibuk atau peak hours ditetapkan pada pukul 06.00 WIB-08.59 WIB dan mulai pukul 16.00-19.59 WIB.

Selanjutnya, tarif jam nonsibuk atau off peak hours pada hari kerja dipatok Rp3.000 untuk 1 kilometer pertama dan maksimal sebesar Rp10.000. Waktu jam nonsibuk pada hari kerja ditetapkan pada awal jam operasi hingga pukul 05.59, kemudian pukul 09.00-15.59 WIB, serta pukul 19.00 hingga akhir jam operasi LRT.

Sementara itu, tarif pada hari Sabtu, Minggu, dan libur nasional adalah sebesar Rp3.000 untuk 1 kilometer pertama dan maksimal Rp10.000.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper