Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kejar Investasi Foxconn di RI, Bahlil Segera Terbang ke Taiwan

Menteri Investasi Bahlil Lahadalia berencana terbang ke Taiwan untuk membahas rencana investasi Foxconn di Indonesia.
Para pengunjung melihat-lihat booth Foxconn di World Intelligence Congress di Tianjin, China, Mei 2018./Reuters
Para pengunjung melihat-lihat booth Foxconn di World Intelligence Congress di Tianjin, China, Mei 2018./Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Investasi atau Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia berencana terbang ke Taiwan untuk membahas rencana investasi Hon Hai Precision Industry Co. Ltd atau Foxconn di Indonesia.

Bahlil mengaku kunjungannya ke Taiwan dalam rangka memboyong investasi Foxconn sempat tertunda karena adanya pemilu. Namun, Bahlil mengatakan, dalam waktu dekat dirinya segera berangkat ke Taiwan.

"Itu kemarin saya harusnya berangkat ke Taiwan, karena Pemilu jadi belum. Tapi insyaallah setelah pemilu ini saya akan ke sana [Taiwan]," ujar Bahlil saat ditemui usai menghadiri Sidang Terbuka Doktoral Saleh Husin di Universitas Indonesia, Sabtu (24/2/2024).

Selain momentum Pemilu, Bahlil mengatakan, adanya dinamika yang terjadi di kancah global juga menjadi salah satu alasan realisasi Foxconn di Indonesia tertunda. Namun, Bahlil mengeklaim komitmen Foxconn untuk berinvestasi di Indonesia tetap berjalan lancar.

"[Komitmen] jalan," ucap Bahlil.

Berdasarkan catatan Bisnis.com, Selasa (7/2/2023), Kementerian Investasi sempat menargetkan rencana investasi Foxconn terealisasi pada 2023. Namun, hingga saat ini Foxconn belum juga menanamkan investasinya di Indonesia.

Deputi Promosi Penanaman Modal BKPM Nurul Ichwan mengatakan, Foxconn belakangan masih bernegosiasi dengan pemerintah ihwal lahan yang bakal dipakai untuk pembangunan industri baterai dan kendaraan listrik sesuai dengan hitung-hitungan pabrikan asal Taiwan tersebut. 

Di sisi lain, dia mengatakan, Foxconn juga tengah mengkaji skala relokasi pabrik mereka dari Taiwan menuju Indonesia. Harapannya saat berinvestasi di Indonesia, Foxconn dapat tetap memasok pasar existing mereka di China, Eropa, hingga Amerika Serikat dengan efisien. 

"Cuma market existing mereka ada di China, ini mereka harus mengukur lagi, apakah juga kemudian dari sana dia bisa pasok kebutuhan di luar China dari Indonesia,” kata Nurul, Selasa (7/2/2023).


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper