Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

LG Goyah di Proyek Baterai, Investasi Foxconn Dipastikan Deal Tahun Ini

Kementerian Investasi memastikan rencana investasi Hon Hai Precision Industry Co. Ltd, atau Foxconn terealisasi pada tahun ini.
Hon Hai Precision Industry Co. Ltd. (Foxconn), Gogoro Inc, PT Industri Baterai Indonesia (IBC), dan PT Indika Energy Tbk menandatangani komitmen kerja sama untuk membangun ekosistem kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di Indonesia dengan nilai total investasi mencapai US$8 miliar (setara Rp114 triliun). / Indika Energy
Hon Hai Precision Industry Co. Ltd. (Foxconn), Gogoro Inc, PT Industri Baterai Indonesia (IBC), dan PT Indika Energy Tbk menandatangani komitmen kerja sama untuk membangun ekosistem kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di Indonesia dengan nilai total investasi mencapai US$8 miliar (setara Rp114 triliun). / Indika Energy

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Investasi memastikan rencana investasi Hon Hai Precision Industry Co. Ltd, atau Foxconn terealisasi pada tahun ini.

Foxconn belakangan masih bernegosiasi dengan pemerintah ihwal lahan yang bakal dipakai untuk pembangunan industri baterai dan kendaraan listrik sesuai dengan hitung-hitungan pabrikan asal Taiwan tersebut. 

“Kami masih bernegosiasi dalam konteks mereka sedang mencari lahannya, tempatnya di mana, soal pasti atau tidak [masuk] insyaallah pasti,” kata Deputi Promosi Penanaman Modal BKPM Nurul Ichwan saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, dikutip Selasa (7/2/2023). 

Di sisi lain, kata Nurul, Foxconn juga tengah mengkaji skala relokasi pabrik mereka dari Taiwan menuju Indonesia. Harapannya saat berinvestasi di Indonesia, Foxconn dapat tetap memasok pasar existing mereka di China, Eropa, hingga Amerika Serikat dengan efisien. 

“Cuma market existing mereka ada di China, ini mereka harus mengukur lagi, apakah juga kemudian dari sana dia bisa pasok kebutuhan di luar China dari Indonesia,” kata dia. 

Menurut dia, hasil kajian itu ditenggat rampung pada awal tahun ini untuk dapat ditindaklanjuti. Dia berharap realisasi investasi itu dapat segera dilakukan sesuai dengan lini masa yang ditetapkan otoritas penanaman modal pada triwulan pertama tahun ini. 

“Kajiannya rampung itu harusnya tahun ini,” tuturnya. 

Kemajuan serta kepastian investasi pabrikan asal Taiwan itu disampaikan Nurul selepas kabar goyahnya kemitraan LG Energy Solution (LG) di usaha patungan penghiliran bijih nikel hingga pabrikan baterai listrik bersama dengan Indonesia Battery Corporation (IBC) awal tahun ini. 

LG disebutkan tidak tertarik untuk berinvestasi lebih lanjut hingga tingkat pabrikan baterai listrik seperti yang ditawarkan dalam perjanjian usaha patungan tersebut. Di sisi lain, LG berkeinginan untuk membatasi investasi mereka hanya pada tahap pembangunan smelter bijih nikel lewat rekanan konsorsium mereka Huayou Holding.

“Kami dapat informasi dari Aneka Tambang [Antam] bahwa LG itu masih belum jelas statusnya, tapi LG mendorong anggota konsorsiumnya Huayou untuk melanjutkan diskusi dan negosiasi,” kata Direktur Utama MIND ID Hendi Prio Santoso saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VII, Senin (6/2/2023).

Kendati demikian, Hendi menilai Huayou bukan mitra yang seimbang bagi Antam, yang merupakan salah satu pemegang saham IBC. Dia beralasan rekanan konsorsium LG itu tidak memiliki keahlian serta pengalaman untuk pabrikan baterai setrum. Alasannya, portofolio Huayou lebih banyak pada pengembangan smelter. 

“Kami masih menginginkan adanya konsorsium yang lengkap sampai ke EV manufacturer-nya, sedangkan Huayou kan bergerak hanya di pengembangan smelter,” tuturnya. 

Pertengahan tahun lalu, Foxconn sempat menemui Presiden Joko Widodo untuk membahas progres kerja sama dan investasi bersama Gogoro, IBC, dan PT Indika Energy Tbk. (INDY) di Indonesia dengan nilai investasi US$8 miliar atau sekitar Rp114 triliun.  

Chairman FoxconnYoung Liu bertemu dengan Presiden Jokowi di Istana Bogor, Sabtu (25/6/20202). Pertemuan tersebut membahas tindaklanjut nota kesepahaman yang telah disepakati sebelumnya terkait dengan rencana investasi Foxconn, Gogoro, IBC, dan Indika Energy. Adapun, nilai rencana investasi tersebut sebesar US$8 miliar atau sekitar Rp114 triliun dan perkiraan penyerapan tenaga kerja lebih dari 10.000 orang. 

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mendorong agar rencana investasi Foxconn ini berlokasi di Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, Jawa Tengah dengan berbagai insentif yang ditawarkan oleh Pemerintah Indonesia. KIT Batang menjadi salah satu lokasi yang menjadi bagian dari pembangunan ekosistem industri baterai dan kendaraan listrik di Indonesia, dimana saat ini telah masuk investasi dari Hyundai dan LG asal Korea Selatan. 

Chairman Foxconn Young Liu menyampaikan apresiasi atas dukungan Presiden Joko Widodo dan Menteri Investasi/Kepala BKPM yang akan sepenuhnya memfasilitasi investasi Foxconn. Foxconn menawarkan model bisnis baru, yaitu BOL (build, operate, localize) untuk investasinya di Indonesia. 

“Adanya model bisnis baru BOL ini akan memungkinkan Foxconn dan perusahaan Taiwan lainnya untuk dapat bermitra lebih baik lagi dengan perusahaan Indonesia dalam membangun industri di sini,” ujar Young.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper