Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Harga Beras Mahal, Erick Thohir: Bikin Petani Bahagia

Menteri BUMN Erick Thohir menyebut kenaikan harga beras saat ini telah membuat petani bahagia.
Aktivitas perdagangan beras di Pasar Induk Cipinang, Kamis (10/8/2023)./ BISNIS - Dwi Rachmawati
Aktivitas perdagangan beras di Pasar Induk Cipinang, Kamis (10/8/2023)./ BISNIS - Dwi Rachmawati

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir menyebut kenaikan harga beras saat ini telah membuat petani bahagia.

Menurut Erick meskipun saat ini harga beras mengalami lonjakan, tapi pemerintah terus berupaya untuk menjaga keseimbangan antara harga di produsen dan konsumen.

Menyitir panel harga pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), rata-rata harga beras medium hari ini berada di level Rp13.830 per kilogram dan beras premium Rp15.750 per kilogram. Sedangkan pemerintah dalam Perbadan No.7/2023 menetapkan Harga Eceran Beras Tertinggi (HET) beras medium sebesar Rp10.900-Rp11.800 per kilogram dan Rp13.900-Rp14.800 per kilogram.

"Nah ini kan kayak ayam sama telur, petani ya senang tapi harga pasaran naik. Harga pasaran turun petani ya terinjak. Ini equilibrium saja yang kita mainkan supaya semuanya bisa mendapatkan kesempatan untuk lebih sejahtera," ujar Erick saat memantau pasokan beras di Ramayana Klender, Seni (12/2/2024).

Erick pun mengeklaim gejolak harga beras saat ini dampak dari dinamika pasar. Menurutnya, kenaikan harga beras juga terjadi hampir di banyak negara, termasuk India.

"Semua negara perlu beras, harga beras melonjak enggak cuma di Indonesia, tapi di seluruh dunia memang harga pangan sedang meningkat," bebernya.

Kendati harga beras meroket dalam setahun terakhir, Erick mengeklaim pemerintah mampu mengendalikan inflasi di kisaran 2,6%. Adapun, negara lainnya mengalami inflasi hampir 10%.

Impor beras di tengah ketidakpastian produksi dalam negeri dianggap sebagai langkah kebijakan yang tepat dalam kondisi tersebut. Apalagi, kata Erick, impor beras sejak tahun lalu berhasil tidak merusak harga gabah maupun beras di petani.

"Artinya pemerintah membuat kebijakan yang baik, sempurna," ucapnya.

Sementara itu, Direktur Utama Perum Bulog, Bayu Krisnamurthi menuturkan, pihaknya melalukan impor dengan tata kelola yang baik. Klaim itu membuat Bayu optimistis ketersediaan stok beras untuk menghadapi kebutuhan Ramadan dan Lebaran mencukupi.

Bahkan, Bayu menyebut bahwa Bulog tengah menyiapkan stok beras untuk musim panceklik sekitar Juni hingga Oktober 2024 lewat importasi maupun penyerapan saat panen raya. Adapun saat ini jumlah stok beras yang dikuasai Bulog sebanyak 1,2 juta ton.

"Jadi insyaallah stok Bulog tersedia dan terjaga untuk penuhi kebutuhan masyarakat," katanya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Dwi Rachmawati
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper