Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Prabowo Keukeuh Food Estate Jadi Kunci Ketahanan Pangan Nasional

Capres Prabowo Subianto menegaskan bahwa program food estate menjadi salah satu strategi utamanya untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional.
Calon presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto menyampaikan visi dan misi saat Debat Pertama Capres 2024 di Jakarta, Selasa (12/12/2023). Bisnis/Fanny Kusumawardhani
Calon presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto menyampaikan visi dan misi saat Debat Pertama Capres 2024 di Jakarta, Selasa (12/12/2023). Bisnis/Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA - Calon presiden (Capres) nomor urut 2 Prabowo Subianto menegaskan bahwa program lumbung pangan atau food estate menjadi salah satu strategi utamanya untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional. 

Menurut dia, food estate adalah strategi jitu untuk mengentaskan polemik pangan dan pertanian yang menjadi masalah strategis bangsa. 

"Saya sudah bicara bertahun-tahun, ada rekam digital cetak saya smeua dari berapa tahun kita harus punya food estate yang besar," kata Prabowo dalam Dialog Capres Bersama Kadin, Jumat (12/1/2024). 

Dia pun menjelaskan bahwa pengambilan keputusan untuk membangun food estate berdasarkan berpijak pada gagasan lumbung pangan yang disebut oleh Ibnu Sutowo pada tahun 1970-an. 

Menteri Pertahanan RI itu menilai food estate sebagai satu-satunya jalan untuk mencapai ketahanan pangan. Sebab, tak sedikit pedagang yang menganut paham neoliberal lebih memilih membeli beras ke Vietnam. 

"Paham orang-orang neolib, 'Nggak usah, untuk apa beli beras dari petani Indonesia, beli saja dari petani Vietnam lebih murah', padahal kalau dia tutup dia tidak mau jual, kita makan apa?" terangnya. 

Di sisi lain, dia juga menyoroti pentingnya kesejahteraan petani untuk meningkatkan minat anak-anak muda bergerak di pertanian. Dia pun menyontohkan banyaknya anak muda yang menjadi petani di Jerman yang kaya dan makmur. 

Sementara itu, Prabowo menuturkan, petani muda di Indonesia minim lantaran melihat para petani terdahulu yang tidak sejahtera. 

Untuk mendorong itu, langkah pertama yang perlu didorong adalah pengelolaan pupuk berkeadilan. Dengan demikian, petani mendapatkan nilai tukar yang optimal. 

"Keberpihakan, pengelolaan pupuk harus ke petani, jangan pupuk banyak perantaranya dan jangan dibiarkan diperdagangkan, itu pupuk subsidi untuk rakyat, benih dan sebagainya," tuturnya. 

Sebelumnya, program food estate sempat dikritik oleh alon capres nomor urut 1 Anies Rasyid Baswedan. Anies menilai proyek food estate garapan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) hanya menguntungkan kroni dan tak ada hasil alias gagal.

Food estate singkong yang menguntungkan krooni merusak lingkungan dan tidak menghasilkan ini harus diubah,” kata Anies dalam Debat Capres ke-3,Minggu (7/1/2024).


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper