Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Ada Insentif PPN DTP, Begini Prospek Pasar Apartemen di 2024

Insentif PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) 11% diproyeksi akan membangkitkan pasar apartemen pada 2024.
Jajaran gedung apartemen di proyek pembangunan Meikarta, Bekasi, Jawa Barat, Senin (30/1/2023). Bisnis/Abdurachman
Jajaran gedung apartemen di proyek pembangunan Meikarta, Bekasi, Jawa Barat, Senin (30/1/2023). Bisnis/Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA - Guyuran insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) 11% diproyeksi akan membangkitkan pasar apartemen 2024. Selama ini, sektor apartemen masih lesu lantaran ketidakseimbangan pasokan unit yang berlebih dan minimnya permintaan konsumen.

Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No.120/2023 pemberian insentif PPN DTP 11% berlaku untuk pembelian rumah tapak dan satuan rumah susun dengan harga maksimal Rp5 miliar.

Head Research Department, Ferry Salanto, mengatakan insentif pajak tersebut dapat menjadi katalis positif bagi pembelian apartemen, khususnya konsumen end user yang memang membutuhkan hunian.

"PPN DTP 11% itu jumlahnya sangat signifikan kalau kita lihat dari kategori harga apartemen. Misal, harga apartemen ratusan juta, 11% dari ratusan juga itu sudah sangat lumayan," kata Ferry, Rabu (10/1/2024).

Daya tarik insentif ini disebut akan menggairahkan penyerapan apartemen di Jakarta. Colliers mencatat terdapat 10.581 unit apartemen yang memenuhi syarat untuk mendapatkan insentif PPN.

Adapun, total unit tersebut terdiri dari unit apartemen kelas atas sebanyak 14% dengan harga Rp5 miliar. Kemudian, 41% unit apartemen kelas menengah ke atas dengan harga lebih dari Rp650 juta dan kelas menengah ke bawah sebanyak 45% dengan harga Rp500 juta-Rp650 juta.

"Kami melihat untuk sektor apartemen, bagi konsumen ini adalah saat yang tepat untuk mulai membeli, tapi dengan catatan, membeli dengan kehati-hatian dan melihat potensi bahwa properti ini bisa tumbuh," ujarnya.

Menurut Ferry, ada beberapa faktor pendorong yang membuat tahun ini tepat untuk membeli apartemen yakni, potensi penurunan suku bunga acuan, penerapan insentif PPN hingga akhir 2024.

Selain itu, harga apartemen saat ini cenderung lebih murah jika dilihat dari perbandingan price to income (PIR) ratio. Di sisi lain, terdapat relaksasi VAT yang juga berlaku untuk Warga Negara Asing (WNA) yang memiliki NPWP.

Berdasarkan data Colliers, harga apartemen strata-title stabil Rp35,6 juta per meter persegi. Ferry memperkirakan harga tersebut akan naik 1-2% dalam waktu 3 tahun mendatang.

Di sisi lain, permintaan apartemen disebut akan meningkat 2% didorong oleh insentif PPN. Untuk diketahui, pasokan unit apartemen di Jakarta bertambah sebanyak 5.526 unit pada 2023, naik signifikan dari tahun 2022 sebanyak 1.484 unit.

"Diperkirakan 9.743 unit akan rampung hingga tahun 2026. Hampir 50% unit dari area Jakarta Selatan," ungkapnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper