Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pasar Tenaga Kerja AS Melemah, Klaim Pengangguran Baru Meningkat Lagi

Jumlah warga AS  yang mengajukan klaim tunjangan pengangguran awal meningkat minggu lalu.
Pengangguran/Freepik
Pengangguran/Freepik

Bisnis.com, JAKARTA - Jumlah warga Amerika yang mengajukan klaim tunjangan pengangguran awal meningkat minggu lalu, menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja terus mereda di kuartal IV/2023.

Mengutip ReutersJumat (29/12/2023) Menurut Departemen Tenaga Kerja, klaim tunjangan pengangguran baru di tingkat negara bagian naik sebanyak 12.000 minggu lalu menjadi 218.000. 

Hasil survei Reuters menunjukkan bahwa para ekonom memperkirakan peningkatan klaim awal menjadi 210.000 untuk minggu yang berakhir pada 23 Desember 2023. 

Jumlah penerima tunjangan setelah satu minggu bantuan naik sebanyak 14.000 dari minggu sebelumnya dengan mencapai 1,875 juta.

Klaim pengangguran berkelanjutan, sebagai indikator perekrutan, telah meningkat sejak pertengahan September 2023, menunjukan bahwa mereka yang telah kehilangan pekerjaanya mungkin mengalami kesulitan mendapatkan pekerjaan.

Sebelumnya, menurut laporan gaji non-pertanian Departemen Tenaga Kerja, pada perekonomian November 2023, sebanyak  199.000 pekerjaan baru muncul, naik dari 150.000 pada Oktober 2023. Tingkat pengangguran juga turun secara moderat dari bulan sebelumnya, menjadi 3,7% dari 3,9%.

Adapun, di tengah pertumbuhan lapangan kerja yang  lebih lambat dan inflasi yang lebih rendah, The Fed mempertahankan suku bunga acuannya tidak berubah selama tiga pertemuan kebijakan berturut-turut. 

Sejak Maret 2022, Fed telah menaikkan suku bunga kebijakannya sebanyak 525 basis poin, menjadi kisaran saat ini 5,25%-5,50% untuk menekan inflasi. 

Berdasarkan catatan Bisnis, setelah The Fed menahan suku bunga pada pertemuan Desember 2023, muncul berbagai ekspektasi pemangkasan yang mencuat. Namun, terdapat beberapa pejabat yang menolak ekspektasi yang berkembang di pasar keuangan tersebut. 

Presiden Federal Reserve wilayah New York John Williams mengatakan bahwa saat ini terlalu dini bagi para pejabat untuk berpikir menurunkan suku bunga acuan, dan terlalu dini mempertimbangkan pemangkasan pada Maret 2024. 

“Kami tidak benar-benar membicarakan penurunan suku bunga,”  jelas Williams, seperti dikutip dari Bloomberg, Sabtu (16/11/2023). 

Sedangkan, menurut ekonom di LH Meyer/Monetary Policy Analytics, Derek Tang, pesan Williams tampaknya adalah upaya yang disengaja untuk memberikan ruang bagi FOMC untuk mempertahankan suku bunga stabil pada awal 2024 jika tidak melihat kemajuan dalam inflasi. 

Presiden The Fed wilayah Atlanta Raphael Bostic memproyeksikan bahwa terdapat dua kali penurunan suku bunga pada 2024. Namun, tidak akan dimulai hingga kuartal III/2024.

Kemudian, Presiden The Fed wilayah Chicago Austan Goolsbee juga tidak mengesampingkan kemungkinan penurunan suku bunga pada Maret 2024.

Adapun, Pembuat kebijakan memproyeksikan tiga pemotongan suku bunga untuk 2024, menurut perkiraan median, sementara pedagang berjangka memperkirakan enam  kali penurunan suku bunga yang dimulai Maret 2024. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper