Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

ExxonMobil Bangun Fasilitas Gas untuk Tekan Penurunan Produksi Minyak

ExxonMobil Cepu Ltd tengah membangun fasilitas pemrosesan gas yang disebut dapat berkontribusi meningkatkan produksi minyak.
Kilang minyak di Lapangan Banyu Urip Blok Cepu, Bojonegoro, Jawa Timur, Kamis (8/12/2016)./Bloomberg-Dimas Ardian
Kilang minyak di Lapangan Banyu Urip Blok Cepu, Bojonegoro, Jawa Timur, Kamis (8/12/2016)./Bloomberg-Dimas Ardian

Bisnis.com, JAKARTA — ExxonMobil Cepu Ltd (EMCL) tengah berupaya untuk mengomersialisasi gas dari produksi sampingan Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu

Manuver itu dilakukan untuk menahan laju penurunan produksi minyak yang belakangan telah sampai di level 140.000 barel minyak per hari (bopd). 

Deputi Eksploitasi SKK Migas Wahju Wibowo mengatakan, EMCL tengah membangun fasilitas pemrosesan gas. Rencananya, dari fasilitas itu dapat menghasilkan sekitar 10 juta standar kaki kubik per hari (MMscfd) gas. 

“Kalau dinaikkan gasnya kan ada minyak ikutan, bisa naik, tapi kalau kapasitas tidak dinaikan kan tidak bisa naik, makanya sekarang ada proyek menjual gas ini,” kata Wahju di Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (12/12/2023).

Menurut Wahju, pengadaan fasilitas baru itu dapat meningkatkan atau menahan laju produksi minyak dari Blok Cepu nantinya. Alasannya, fasilitas baru itu dapat meningkatkan kapasitas tampung dari gas yang ikut terbawa dari pengangkutan minyak.

Adapun, rencananya produksi awal atau onstream dari fasilitas gas itu ditarget pada 2027. Di sisi lain, kata dia, EMCL telah mendapat pembeli untuk gas tambahan itu dari Pertagas.

“Udah deal, dengan Pertagas, negosiasi sudah dilaksanakan,” kata dia. 

SKK Migas melaporkan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), pengelola Blok Rokan, menyalip torehan produksi minyak dari operator Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu ExxonMobil Cepu Ltd (EMCL) di sisa akhir tahun 2023.  

PHR berhasil menahan penurunan produksi minyak di level 167.000 bopd. Sementara itu, produksi minyak dari Blok Cepu susut ke level 140.000 bopd.  

Sebelumnya, EMCL berada di urutan pertama ihwal torehan produksi minyak sepanjang semester pertama 2023. Berdasarkan catatan SKK Migas, EMCL berhasil menghimpun produksi minyak sebesar 165.265 bopd sepanjang paruh pertama tahun ini.  

Sementara itu, PHR berada di posisi kedua dengan catatan produksi sepanjang paruh pertama itu di level 161.594 bopd. Posisi ketiga dan keempat diikuti oleh Pertamina EP dan PHM, dengan produksi masing-masing 71.470 bopd dan 26.862 bopd.  

Presiden ExxonMobil Indonesia Carole Gall mengakui pengerjaan optimasi pengembangan lapangan (OPL) Banyu Urip awal tahun depan memiliki tantangan yang serius. 

Carole mengatakan, sumur yang akan ditajak relatif memiliki tingkat kompleksitas yang tinggi jika dibandingkan dengan pengembangan sumur pada program pengeboran ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) di tahun 2013 dan 2016.  

“Kami menyadari OPL Banyu Urip untuk pengeboran sumur infil dan clastic itu tidak akan berjalan mudah, sumurnya terbilang kompleks,” kata Carole saat penandatanganan kontrak rig dari PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) di kantor SKK Migas, Jakarta, Kamis (10/8/2023). 

EMCL bakal segera melakukan pengeboran 5 sumur infill carbonate dan 2 sumur clastic tahun depan. Tajak perdana bakal dilakukan Februari 2024, dengan estimasi first oil di kisaran 10.000 bopd akhir tahun depan.  

Kementerian ESDM mencatat total komitmen investasi dari optimasi pengembangan lapangan (OPL) Banyu Urip, Blok Cepu tembus US$203,5 juta setara dengan Rp3,08 triliun (asumsi kurs Rp15.180 per dolar AS). Adapun, komitmen investasi pengeboran lanjutan itu diperkirakan dapat mengerek tambahan cadangan minyak EMCL ke level 42,92 juta barel minyak (MMBO). 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper