Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pejabat The Fed Beri Isyarat, Kenaikan Suku Bunga Sudah Selesai

Pejabat The Fed mengisyaratkan kenaikan suku bunga acuan mungkin sudah selesai.
Logo bank central Amerika Serikat atau The Federal Reserve di Washington, Amerika Serikat./ Bloomberg
Logo bank central Amerika Serikat atau The Federal Reserve di Washington, Amerika Serikat./ Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Pejabat Federal Reserve (The Fed) mengisyaratkan bahwa kenaikan suku bunga acuan mungkin sudah selesai, namun tetap membuka peluang pengetatan jika kemajuan dalam mengendalikan inflasi terhenti. 

Presiden Federal Reserve San Francisco Mary Daly menuturkan bahwa kebijakan berada di tempat yang sangat baik. Dia juga berpendapat bahwa data inflasi terbaru dinilai menggembirakan dan mencatat “kasus dasar” tidak menyerukan kenaikan suku bunga lebih lanjut. 

Namun, dia mengungkapkan masih terlalu dini untuk mengetahui apakah The Fed, yang telah menaikkan suku bunga sebanyak 5,25% dalam 20 tahun terakhir telah selesai menaikkan suku bunganya. 

"Saya sama sekali tidak memikirkan pemotongan suku bunga sekarang," jelasnya seperti dikutip dari Reuters, Jumat (1/12/2023). 

Adapun, dia saat ini sedang memikirkan terkait The Fed sudah cukup ketat di dalam sistem atau sudah cukup membatasi untuk mengembalikan stabilitas harga. 

Di lain sisi, Presiden Federal Reserve New York John Williams mengungkapkan nada yang serupa dalam pidatonya setelah pemerintah AS melaporkan bahwa indeks harga konsumsi pribadi (PCE) naik 3% pada Oktober 2023 (year-on-year/yoy) melandai dari pembacaan 3,4% selama tiga bulan terakhir. The Fed sendiri menargetkan inflasi di level 2%.

Williams menuturkan bahwa risiko bagi ekonomi saat ini bersifat dua arah antara inflasi yang terlalu tinggi dan ekonomi yang lebih lemah.

“Dalam menyeimbangkan risiko-risiko ini, dan berdasarkan apa yang saya ketahui sekarang, penilaian saya adalah bahwa kita berada pada, atau hampir, tingkat puncak kisaran target suku bunga dana federal,” jelasnya. 

Dia memperkirakan bahwa inflasi akan berakhir pada tahun ini sebesar 3% dan melandai menjadi 2,25% pada 2024, seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang melambat menjadi 1,25% dan pengangguran naik menjadi 4,25%. 

Departemen perdagangan AS melaporkan bahwa pertumbuhan ekonomi AS pada laju tahunan sebesar 5,2% pada kuartal terakhir dan tingkat pengangguran sebesar 3,9%.

“Jika tekanan dan ketidakseimbangan harga terus berlanjut lebih dari yang saya perkirakan, mungkin diperlukan penguatan kebijakan tambahan,” jelasnya. 

Para pengambil kebijakan juga berbicara menjelang periode blackout yang biasa mereka lakukan, dengan menahan diri untuk memberikan komentar publik menjelang pertemuan penetapan suku bunga. The Fed sendiri akan mengadakan pertemuan kebijakan berikutnya pada 12-13 Desember 2023. 

Ketua The Fed Jerome Powell diperkirakan akan menyampaikan keputusan akhir pada hari Jumat (1/12), ketika akan berbicara di Spelman College di Atlanta.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper