Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Impor Gula Belum Rampung, ID Food Amankan Stok Jelang Nataru

ID Food berupaya mengamankan stok gula jelang Nataru di tengah realisasi impor yang belum rampung.
Salah satu pedagang gula dipasar tradisional sedang mengemasi gula pasir untuk dijual kembali / Arief Rahman
Salah satu pedagang gula dipasar tradisional sedang mengemasi gula pasir untuk dijual kembali / Arief Rahman

Bisnis.com, JAKARTA - Penugasan impor gula konsumsi oleh perusahaan BUMN masih belum rampung, meskipun kebutuhan Natal dan Tahun Baru (Nataru) makin dekat.

Direktur Utama Holding BUMN Sektor Pangan, ID Food, Frans Marganda Tambunan mengatakan, penugasan impor gula tahap II masih menunggu rapat koordinasi terbatas (rakortas) antar kementerian di akhir bulan ini. Adapun saat ini kuota penugasan impor gula ID Food masih tersisa 125.675 ton. Adapun, ID Food telah mengimpor gula sekitar 97.000 ton pada tahap I sekitar awal 2023.

Kendati begitu, Frans membeberkan bahwa Badan Pangan Nasional (Bapanas) telah mengizinkan ID Food untuk melakukan importasi sisa kuota tahap I tanpa menunggu rakortas.

"Sisa kuota tahap I yang belum terealisasi yang jumlahnya sekitar 10.000 ton untuk ID Food," ujar Frans kepada Bisnis.com, Senin (20/11/2023).

Dia pun menargetkan seluruh importasi gula akan tiba di Indonesia pada Januari 2024. Adapun ID Food pada 2023 mendapatkan jatah impor 250.000 ton raw sugar atau setara 230.000 ton gula kristal putih (GKP) untuk konsumsi rumah tangga.

Meskipun impor gula untuk konsumsi belum terealisasikan sepenuhnya, Frans memastikan ID Food masih memiliki stok untuk memenuhi kebutuhan saat Nataru. Menurutnya, stok gula tersebut masih mencukupi hingga importasi tiba pada Januari 2024.

"Untuk Nataru, ID Food masih punya stok sekitar 30.000 ton sampai importasi baru tiba di Indonesia," katanya.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat secara rata-rata harga gula pasir untuk konsumsi di pekan ketiga November 2023 mencapai Rp16.948 per kilogram. Harga gula telah mengalami tren kenaikan dalam beberapa pekan terakhir.

Pantauan BPS pun menunjukkan lonjakan harga gula telah mendorong kenaikan indeks perkembangan harga (IPH) di 336 kabupaten/kota pada pekan ketiga November 2023. Padahal, pekan sebelumnya hanya tercatat 315 kabupaten/kota yang mengalami kenaikan IPH yang disumbang oleh lonjakan harga gula.

Menyitir data panel harga pangan, Badan Pangan Nasional (Bapanas) rata-rata harga gula pada November 2023 berjalan secara nasional menyentuh level Rp16.280 per kilogram atau naik 14,3% secara year on year (yoy) dibandingkan harga pada November 2022 sebesar Rp14.240 per kilogram.

Berdasarkan catatan Bisnis.com, Kamis (9/11/2023), Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi membeberkan penyebab harga gula pasir saat ini tembus Rp16.160 per kilogram. Lambatnya impor gula dianggap mempengaruhi pasokan dan harga gula di dalam negeri.

Menurutnya, importir pemegang kuota seharusnya segera mengeksekusi impor sesuai waktu yang ditentukan. Meskipun gejolak harga global terjadi dan melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS).

"Sekarang harganya tinggi [gula], tanyanya ke Badan Pangan. Harusnya itu kenapa kemarin enggak importasi? kan sudah ada izin impornya," ujar Arief.

Adapun saat ini, Arief menyebut realisasi impor gula konsumsi baru 26% dari total kuota tahun ini hampir 1 juta ton. Data prognosa neraca pangan nasional yang dihimpun Bapanas, per 20 Oktober 2023, realisasi impor gula konsumsi selama Januari - Agustus 2023 tercatat 290.801 ton.

Dia pun menegaskan agar seluruh pihak pemegang kuota impor gula saat ini baik dari swasta maupun BUMN segera merealisasikan kuota impor untuk memastikan stok gula di akhir tahun tersedia.

"Kita harus sepakat ketersediaan nomor satu, kalau tidak nanti enggak punya stok. Ini buat saya sesuatu yang enggak bagus," kata Arief.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Dwi Rachmawati
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper