Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kapasitas Terpasang Panel Surya RI Terendah di Asean, Apamsi : PLN Willingness-nya Kurang

Kapasitas terpasang panel surya nasional tidak banyak bergeser dari posisi 2012 lalu dan Indonesia kalah dari negeri jiran di Asean.
Suasana instalasi panel surya dari ketinggian di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (27/8/2020). Penggunaan pembangkit listrik tenaga surya ini sebagai upaya mendukung penggunaan energi yang ramah lingkungan, efektif dan efisien. Bisnis/Himawan L Nugraha
Suasana instalasi panel surya dari ketinggian di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (27/8/2020). Penggunaan pembangkit listrik tenaga surya ini sebagai upaya mendukung penggunaan energi yang ramah lingkungan, efektif dan efisien. Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA — Ketua Asosiasi Pabrikan Modul Surya Indonesia (Apamsi), Linus Andor Mulana Sijabat menilai PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN masih belum berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas terpasang panel surya dalam sistem kelistrikan nasional. 

Linus berpendapat kapasitas terpasang panel surya nasional tidak banyak bergeser dari posisi 2012 lalu. Apalagi, belakangan PLN dihadapkan pada situasi kelebihan pasokan listrik atau oversupply dari program 35.000 megawatt (MW) pembangkit batu bara dan gas. 

“PLN williningness-nya kurang, alasannya banyak itu kan karena oversupply lah, segala macam,” kata Linus saat dikonfirmasi, Minggu (12/11/2023). 

Seperti diketahui, kapasitas terpasang panel surya di Indonesia hingga akhir 2022 baru berada di level 0,3 gigawatt (GW). Kapasitas setrum panel surya itu terpaut jauh dari torehan Thailand dan Vietnam, masing-masing mencatatkan kapasitas 3,1 GW dan 18,5 GW. 

Indonesia juga masih tertinggal dari negeri jiran lainnya seperti Malaysia, Filipina dan Kamboja yang masing-masing mencatatkan kapasitas terpasang 1,9 GW, 1,6 GW dan 0,5 GW per 2022 lalu. 

“Kalau yang IPP [pengembang listrik swasta] itu kan tergantung dari RUPTL [Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik] PLN ya, direncanakan juga sebenarnya mereka tidak melakukan itu ya, dari 2012 tidak jalan,” kata Linus. 

Lewat RUPTL yang berakhir 2030, PLN menargetkan realisasi terpasang panel surya dapat menyentuh angka 5 GW. 

Konsultan manajemen multinasional McKinsey and Company memproyeksikan PLN mesti memasukkan sekitar 0,7 GW listrik dari panel surya ke dalam sistem setiap tahunnya untuk mencapai target penyediaan listrik tersebut. 

Linus mengatakan PLN mestinya membuka kuota listrik panel surya dari konsumen residensial atau rumah tangga untuk mengakselerasi kapasitas terpasang yang jalan di tempat saat ini.

Menurut dia, akses yang lebih leluasa untuk pengembangan panel surya residensial akan ikut mengerek investasi serta kapasitas terpasang ke dalam sistem PLN nantinya. 

“Kenapa sih ga langsung saja buka kuota ke rooftop, buka kuota rooftop ke masyarakat kan masyarakat bisa ramai-ramai pasang,” kata dia. 

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan lebih banyak lagi infrastruktur energi baru terbarukan (EBT) dibangun di Indonesia. 

Menurutnya, kehadiran Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Cirata yang diklaim menjadi terbesar di Asia Tenggara itu menjadi salah satu upaya dalam mewujudkan visi tersebut. Hal ini disampaikannya saat meresmikan PLTS Terapung Cirata 192 megawatt peak (MWp) yang berlokasi di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Kamis (9/11/2023). 

“Akhirnya kita memiliki PLTS 192 MWp yang ini merupakan PLTS floating terbesar di Asia Tenggara. Saya kira setelah memulai ini, saya juga sudah bicara juga dengan Dr Tani dari Uni Emirat Arab bahwa ini akan ditingkatkan lagi mungkin di angka kurang lebih 500 MW,” tuturnya kepada wartawan.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Thomas Mola
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper