Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Tax Ratio RI Kalah dari Kamboja, Prabowo: Emang Masyarakat Kita Lebih Bodoh?

Capres Prabowo Subianto mengaku heran karena tax ratio dan government ratio Indonesia justru kalah dari Kamboja.
Calon Presiden Prabowo Subianto saat memaparkan konsep ekonomi dalam Sarasehan 100 Ekonom di Jakarta, Rabu (8/11/2023)-Indef
Calon Presiden Prabowo Subianto saat memaparkan konsep ekonomi dalam Sarasehan 100 Ekonom di Jakarta, Rabu (8/11/2023)-Indef

Bisnis.com, JAKARTA - Calon Presiden (Capres) Prabowo Subianto mengaku heran karena penerimaan pajak atau tax ratio dan penerimanaan pemerintah atau goverment revenue Indonesia bisa kalah dari Kamboja. 

"Kalau kita lihat penerimaan sebagai tax ratio dari PDB, government ratio terhadap PDB. Kita kalah dari kamboja. Government ratio to GDP kita 11,8% sementara kamboja 18,1%. Bahkan catatan terakhir sudah 20%," ujarnya dalam acara Sarasehan 100 Ekonom 2023 di Jakarta, Rabu (8/11/2023). 

Berdasarkan data yang dipaparkan, Prabowo mengatakan tax ratio Indonesia saat ini baru 9,1% sementara Kamboja sudah 16,4%. 

Tak hanya Kamboja, Prabowo mengatakan bahwa realisasi tax ratio dan government revenue Indonesia juga kalah dari negara tetangga Asean, yaitu Malaysia, Vietnam, dan Thailand. 

Dia pun bertanya-tanya mengapa hal tersebut bisa terjadi. 

"Saya tanya sodara-sodara sekarang, bedanya kita sama orang Kamboja apa? Bedanya kita sama orang vietnam apa? Apa orang Indonesia lebih bodoh, lebih tidak becus? Saya rasa ini masalah management, masalah will," kata Prabowo. 

Untuk itu, dia mengatakan angka tersebut dapat membaik jika saja manajemen yang baik diterapkan di Ditjen Pajak dan Ditjen Bea Cukai.

"Penerimaan kita perbaiki dengan IT. Kita bisa hitung 8% dari US$1.500 miliar peningkatan signifikna, dengan itu kita bisa investasi. Kita bukan hanya bisa swasembada pangan, tapi jadi lumbung pangan dunia," ungkapnya. 

Tax Ratio RI Kalah dari Kamboja, Prabowo: Emang Masyarakat Kita Lebih Bodoh?


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper