Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Anies Berkomitmen akan Lanjutkan Hubungan Ekonomi Indonesia-AS

Calon Presiden Anies Baswedan menyampaikan bakal melanjutkan hubungan ekonomi antara Indonesia dengan Amerika Serikat (AS) yang selama ini telah berjalan.
Bakal cawapres Anies Baswedan, Selasa (24/10/2023), mengatakan dirinya yakin Presiden Joko Widodo akan netral pada Pilpres 2024. JIBI/Bisnis-Lukman Nur Hakim
Bakal cawapres Anies Baswedan, Selasa (24/10/2023), mengatakan dirinya yakin Presiden Joko Widodo akan netral pada Pilpres 2024. JIBI/Bisnis-Lukman Nur Hakim

Bisnis.com, JAKARTA - Calon Presiden yang diusung Koalisi Perubahan, Anies Baswedan menyampaikan bakal melanjutkan hubungan ekonomi antara Indonesia dengan Amerika Serikat (AS) yang selama ini telah berjalan.

Anies menuturkan bahwa dirinya akan terus berkomitmen untuk melanjutkan pola yang telah dimiliki Indonesia selama beberapa dekade terakhir.

Salah satunya terkait dengan kebijakan-kebijakan ekonomi makro, kebijakan fiskal yang diberikan kepada dua pihak melalui teknokrat. 

“Kami sejalan dan berada pada arah pembangunan ekonomi jangka menengah dan panjang dan itulah komitmen yang kita pegang sebagai calon presiden,” ucap Anies dalam 11th US-Indonesia Investment Summit, Mapping the Legacy, Navigating The Future di Jakarta, Selasa (24/10/2023).

Anies mengutarakan pandangaannya terkait dengan kinerja ekonomi antara AS dan Indonesia dalam beberapa tahun belakangan. Anies menyebut bahwa laju perdagangan di Indonesia periode 2018-2022 menurut Kementerian Perdagangan tumbuh sekitar 10% per tahunnya, meski pada tahun ini terdapat penurunan.

“Kita tahu fakta penurunan tahun ini dengan segala tantangan global dan tekanan ekonomi, tapi kami berharap perdagangan kita akan pulih dengan kuat di masa depan,” kata

Lebih lanjut, Anies mengatakan bahwa berdasarkan Biro Analisis Ekonomi AS menunjukkan bahwa investasi langsung dari AS ke Indonesia mengalami pertumbuhan yang sehat sebelum pandemi.

Puncaknya nilai investasi AS ke Indonesia hampir mencapai 20 miliar dolar AS pada 2019.

“Kami melihat adanya pemulihan yang baik pascapandemi terutama di sektor-sektor penting seperti manufaktur, namun kami berharap angka ini akan terus meningkat pesat di tahun-tahun mendatang,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Lukman Nur Hakim
Editor : Muhammad Ridwan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper