Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rosneft Rusia Dikabarkan Hengkang, ESDM Pastikan Proyek Kilang Tuban Jalan Terus

Kementerian ESDM menyatakan bakal tetap melanjutkan proyek grass root refinery (GRR) Tuban di tengah kabar hengkangnya Rosneft Singapore Pte Ltd.
Kilang BBM/Ilustrasi
Kilang BBM/Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan bakal tetap melanjutkan proyek grass root refinery (GRR) Tuban di tengah kabar hengkangnya Rosneft Singapore Pte Ltd.

Adapun, proyek kilang senilai US$13,5 miliar dikerjakan PT Pertamina (Persero) bersama dengan mitra Rusia mereka, Rosneft Singapore Pte Ltd dan termasuk dalam proyek strategis nasional (PSN) pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).

Belakangan perusahaan Rusia itu mendapat sanksi dari negara-negara barat menyusul invasi terhadap Ukraina sejak awal 2022 lalu. Sanksi terhadap Rosneft itu menyasar pada akses pendanaan, teknologi hingga jasa kontruksi kilang. 

Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana tidak menjabarkan secara terkait dengan posisi Rosneft di Tuban saat ini. Namun, pihaknya secara tegas ingin seluruh PSN dapat berjalan dengan lancar.

“Kita ingin semua PSN jalan, kita cari cara,” kata Dadan saat ditemui di Kementerian ESDM, Jumat (6/10/2023).

Dadan melanjut bahwa sampai saat ini meski ada keluarnya Rosneft dari kilang yang berada di Tuban ini, pengerjaan kilang tersebut masih berjalan.

“Ya barangkali dari sisi pelaksanaan di lapangan terus secara dinamis terus berjalan saja,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan menuturkan beberapa investor tertarik untuk bergabung pada proyek strategis nasional (PSN) Grass Root Refinery (GRR) Tuban.

Luhut meminta Pertamina untuk dapat segera memulai pengerjaan kilang baru itu yang telah beberapa kali mengalami kemuduran untuk kepastian investasi akhir atau final investment decision (FID) dari Rosneft.

“Sekarang lagi dikerjakan mereka karena ada beberapa yang pingin masuk ke sana,” kata Luhut saat ditemui, Kamis (14/9/2023).

Di sisi lain, Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Tutuka Ariadji mengatakan kementeriannya masih memberi tambahan waktu hingga tahun depan setelah tenggat FID proyek pengerjaan kilang baru itu beberapa kali mengalami kemunduran. 

“Masih ada waktu sampai tahun depan,” katanya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Lukman Nur Hakim
Editor : Muhammad Ridwan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper