Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pertamina Targetkan Bor 10 Sumur Eksplorasi Migas di Sulawesi & Papua

PT Pertamina EP Cepu (PEPC) telah memulai pengeboran awal untuk dua sumur eksplorasi migas di Sulawesi dan Papua.
Ilustrasi blok migas/Ilustrasi-Bisnis
Ilustrasi blok migas/Ilustrasi-Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA — PT Pertamina EP Cepu (PEPC) menargetkan untuk mengebor 10 sumur eksplorasi baru dalam rentang 2023 hingga 2025 mendatang di wilayah Indonesia Timur. 

Direktur Utama PEPC Endro Hartanto mengatakan, perseroannya telah memulai pengeboran awal untuk dua sumur di Sulawesi dan Papua. 

“Sulawesi itu di Donggi Matindok dan Papua itu di Sorong,” kata Endro saat ditemui di sela-sela agenda the 4th International Convention on Indonesian Upstream Oil and Gas Industry 2023 (ICIUOG) di Badung, Bali, akhir pekan lalu. 

Rencananya, kata Endro, jumlah sumur yang dibor di sekitar cekungan itu bakal naik bertahap hingga 2025 mendatang. Pada periode itu, potensi migas di sekitar Sulawesi dan Papua bakal menjadi prioritas. 

“Jadi beberapa eksplorasi mungkin ada 7 sampai dengan 10 sumur di Sulawesi dan di Papua,” kata dia. 

Sebelumnya, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) melaporkan komitmen eksplorasi tahun ini yang menyasar area high risk dan play opener meningkat delapan kali lipat jika dibandingkan dengan periode 2022. Sepanjang periode tahun lalu, komitmen eksplorasi risiko tinggi yang dikerjakan hanya 6 sumur, rencana kerja itu naik menjadi 18 sumur pada tahun ini. 

SKK Migas menargetkan kegiatan eksplorasi tahun ini sebanyak 57 sumur untuk membuktikan sumber daya sebesar 467 juta barel minyak (MMBO) dan 12 triliun kaki kubik (Tcf) atau 2.700 juta barel minyak ekuivalen (MMboe). Sementara itu, outlook jumlah sumur yang berhasil ditajak hingga akhir 2023 turun di level 46 sumur dengan target pembuktian sumber daya 480 MMBO dan 9,2 Tcf atau ekuivalen dengan 2.100 MMboe.

Di sisi lain, target investasi eksplorasi sesuai work program and budget (WP&B) 2023 dipatok sebesar US$1,7 miliar yang terdiri atas sumur eksplorasi, survei seismik dan kegiatan G&G. Khusus untuk sumur eksplorasi dialokasikan investasi mencapai US$1,1 miliar. 

Hanya saja belakangan, outlook investasi untuk sumur eksplorasi dikoreksi ke level US$760 juta dengan tajak 46 sumur. Outlook itu relatif tinggi jika dibandingkan dengan realisasi sumur eksplorasi sepanjang 2022 di angka 30 sumur dengan serapan investasi US$520 juta. 

Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Tutuka Ariadji mengatakan, kementeriannya tengah menawarkan kegiatan eksplorasi di lima area berisiko tinggi yang membentang di cekungan Aru-Arafura, Warim, Seram, Buton, dan Timor. Untuk eksplorasi itu pemerintah memberikan split hingga 50 persen. 

“Beberapa investor telah menyatakan minat untuk melakukan joint-study di daerah ini,” kata Tutuka. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper