Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

ESDM Prioritaskan Lelang 2 WK Panas Bumi Berkapasitas 90 MW Tahun ini

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebut dua wilayah kerja panas bumi (WKP) menjadi prioritas dilakukan lelang pada tahun ini.
Pembangkit listrik tenaga panas bumi Sarulla, Sumatra Utara. Pembangkit berkapasitas 3x110 megawatt ini dikelola Medco Power Indonesia bersama Inpex, Itochu, Ormat and Kyushu Electric./Medco Power
Pembangkit listrik tenaga panas bumi Sarulla, Sumatra Utara. Pembangkit berkapasitas 3x110 megawatt ini dikelola Medco Power Indonesia bersama Inpex, Itochu, Ormat and Kyushu Electric./Medco Power

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebut dua wilayah kerja panas bumi (WKP) menjadi prioritas dilakukan lelang pada tahun ini.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) Kementerian ESDM, Yudo Dwinanda Priaadi mengatakan bahwa dua tempat tersebut adalah WKP Cisolok dan Borapolu.

“Di Cisolok Sukabumi dan Borapolu di Sulawesi,” kata Yudo di JCC Senayan, Rabu (20/9/2023).

Yudo memaparkan, untuk WKP Cisolok memiliki kapasitas 40 megawatt, sedangkan WKP Borapolu berkapasitas sekitar 50 megawatt.

Kendati dua WKP tersebut menjadi prioritas pada lelang tahun ini, Yudo menyebut bahwa pihaknya tidak menutup kemungkinan untuk melelang beberapa WKP lainnya.

“Selain itu ada beberapa wilayah PSPE (Penugasan Survei Pendahuluan dan Eksplorasi), ada yang di Sulawesi dan mungkin di Sumatra,” ujarnya.

Berdasarkan data Badan Geologi-Kementerian ESDM pada Desember 2020, potensi energi panas bumi Indonesia diperkirakan mencapai 23,7 GW. 

Dengan adanya hal tersebut sektor geothermal atau panas bumi saat ini menjadi calon primadona baru investasi dalam bidang energi baru dan terbarukan.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif akan memberikan kemudahan bagi investor yang ingin berinvestasi pada sektor panas bumi.

Arifin menyebut bahwa kemudahan bagi para investor dilakukan karena tenaga panas bumi merupakan salah satu energi terbarukan yang ideal untuk menurukan emisi karbon.

“Karena panas bumi ideal untuk bisa soft karbon. Sekarang carbon trade sedang digalakkan, jadi karbon swapkemudian nanti karbon capture ini akan jadi fokus untuk program pengurangan emisi,” kata Arifin di Kementerian ESDM, Jumat (11/8/2023).

Arifin menuturkan pemerintah sudah membuat aturan yang di dalamnya membahas terkait risiko investor jika terdapat kegagalan saat eksplorasi panas bumi.

Selain itu, Arifin juga menyebut bahwa pemerintah juga akan membangun infrastruktur yang digarap Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), guna memudahkan perjalanan ke wilayah panas bumi.

“Kita mendukung kemudahan infrastruktur, kan tempatnya di pojok-pojok pakai helikopter itu nanti kita kerja sama pak Basuki [Menteri PUPR],” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Lukman Nur Hakim
Editor : Muhammad Ridwan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper