Pengusaha Tambang Sebut Stok Ban Alat Berat Masih Mencukupi 2 Bulan Kedepan

Pengusaha pertambangan menyatakan pasokan ban alat berat masih dapat memenuhi setidaknya hingga 2 bulan ke depan seiring dengan adanya solusi jangka pendek.
Loading Shovels Hitachi, salah satu produk PT Hexindo Adiperkasa Tbk. (HEXA). Istimewa
Loading Shovels Hitachi, salah satu produk PT Hexindo Adiperkasa Tbk. (HEXA). Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Pengusaha pertambangan menyatakan pasokan ban alat berat masih dapat memenuhi kebutuhan setidaknya hingga 2 bulan ke depan seiring dengan adanya solusi jangka pendek.

Direktur Eksekutif Asosiasi Jasa Pertambangan Indonesia (Aspindo), Bambang Tjahjono menyebut bahwa stok ban untuk alat berat masih akan bertahan dalam satu sampai dua bulan kedepan.

Hal ini dikerenakan sudah turunnya izin dari pelabuhan bagi ban alat berat yang sudah berada di kawasan penimbunan barang impor (berikat).

“Baru izin keluar dari pelabuhan untuk ban yang sudah di kawasan berikat. Setidaknya bertahan 1 bulan-2 bulan kedepan,” kata Bambang kepada Bisnis, (18/9/2023).

Bambang mengatakan untuk permasalahan ban alat berat ini, Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan sudah melakukan beberapa solusi untuk masalah ini.

Bambang mengatakan pihaknya masih akan menunggu revisi peraturan pemerintah (PP) yang didalamnya mengatur imporisasi ban untuk alat berat.

“Mudah-mudahan revisi PP segera keluar,” ujarnya.

Lebih lanjut, terkait dengan kendala stok ban untul alat berat ini, Bambang menyampikan beberapa kontraktor kecil terkendala proses pencacahan bebatuan yang nantinya menghasilkan bijih yang ditambang atau overburden.

“Beberapa kontraktor kecil sedikit terganggu produksi overburden-nya, namun untuk produksi coal belum [tergangu],” ucap Bambang.

Diberitakan sebelumnya, Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Percepatan Tata Kelola Mineral dan Batu Bara, Irwandy Arif, mengatakan bahwa ban alat berat ini masih sulit untuk dicari. Namun, pihaknya terus mengupayakan agar masalah ini dapat diatasi.

“Masih susah [ban alat berat]. Masih diupayakan agar segera bisa diatasi untuk bisa produksi continue,” kata Irwandy saat ditemui di Kementerian ESDM, Selasa (5/9/2023).

Dengan masih adanya masalah ban alat berat, Irwandy menyampaikan bahwa saat ini pelaku pertambangan sudah mulai gelisah dengan persoalan stok ban ini.

Akan tetapi, Irwandy menegaskan sampai dengan hari ini belum ada laporan pertambangan berhenti karena stok ban alat berat yang habis. 

“Tapi belum ada yang berenti dan masih mengupayakan terus cadangannya dan sebagainya. Sambil menunggu masuk lagi barang [ban alat berat],” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Lukman Nur Hakim
Editor : Muhammad Ridwan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper