Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

BP Tapera Bidik Penyaluran FLPP Rp21,04 Triliun di 2024

BP Tapera menargetkan penyaluran fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) Rp21,04 triliun untuk 166.000 unit rumah pada 2024.
Pekerja beraktivitas di proyek pembangunan perumahan subdisi di kawasan Ciseeng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (15/1/2022). Bisnis/Arief Hermawan P
Pekerja beraktivitas di proyek pembangunan perumahan subdisi di kawasan Ciseeng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (15/1/2022). Bisnis/Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) menargetkan penyaluran fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) senilai Rp21,04 triliun untuk 166.000 unit rumah pada 2024.

Mengutip informasi yang dibagikan manajemen BP Tapera, Selasa (5/9/2023), anggaran tersebut seiring dengan Nota Keuangan RAPBN Tahun 2024. Di mana, pemerintah kembali mengalokasikan dana FLPP dari dana DIPA sebesar Rp13,72 triliun. 

Kemudian, pengembalian pokok atas dana yang sudah digulirkan sebesar Rp7,09 triliun, dan saldo awal dana FLPP per Januari 2024 sebesar Rp230,97 miliar.

Namun demikian, rencana penyaluran tersebut diketahui jauh lebih rendah bila dibandingkan dengan realisasi penyaluran FLPP tahun 2022 yang tercatat sebanyak 226.000 unit rumah dengan dana yang disalurkan Rp25,15 triliun.

Sementara untuk periode tahun ini, hingga Agustus 2023, BP Tapera telah menyalurkan dana FLPP sebanyak 146.123 unit dengan total pembiayaan yang telah disalurkan mencapai Rp16,47 triliun.

Komisioner BP Tapera, Adi Setianto, menjelaskan bahwa realisasi tersebut seiring dengan komitmen BP Tapera dalam mengelola dana yang dimilikinya saat ini. 

"Kami mengelola dana yang dipercaya oleh pemerintah secara prudent dan menggandeng pihak professional yang secara rutin diawasi dan dievaluasi sesuai dengan peraturan OJK dan Peraturan Badan BP Tapera,” tutur Adi.

Lebih lanjut, BP Tapera juga berkomitmen untuk terus menggenjot penyaluran pembiayaan secara maksimal untuk mencapai target penyaluran pembiayaan tahun 2023 di tengah kenaikan harga rumah yang berlaku efektif 1 Juli 2023. 

Sementara itu, pada 2021 lalu, BP Tapera juga telah ditunjuk sebagai OIP (Operator Investasi pemerintah) oleh Kementerian Keuangan, dengan demikian pengelolaan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang semula dikelola oleh BLU Pusat Pengelolaan Dana Pembiyaan Perumahan (PPDPP) resmi beralih ke BP Tapera dengan pengalihan aset berupa outstanding pinjaman FLPP sebesar Rp59,1 triliun serta dana cash Rp1,54 triliun.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper