Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

RI Komitmen Kembangkan Kendaraan Listrik, Dukung Ketahanan Energi di Asean

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Indonesia berkomitmen untuk mengembangkan ekosistem kendaraan listrik di Asean.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat the 22nd ASEAN Economic Community Council Meeting Plenary Session di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Minggu (7/5/2023). Dok Kemenko Perekonomian RI.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat the 22nd ASEAN Economic Community Council Meeting Plenary Session di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Minggu (7/5/2023). Dok Kemenko Perekonomian RI.

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Indonesia berfokus untuk mendorong penguatan ekosistem kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) untuk mendukung ketahanan energi di kawasan Asean

Sejalan dengan hal tersebut, Presiden Joko Widodo juga meyakini bahwa Asean akan dapat mengembangkan kendaraan listrik pada kancah global. Hal ini juga didukung dengan potensi unggul Asean dalam pengembangan kendaraan listrik yang memiliki perkiraan pasar sebesar US$2,7 miliar pada 2027.

“Pengembangan kendaraan listrik mempunyai peran besar terhadap kelestarian lingkungan, mulai dari pengurangan emisi gas rumah kaca, percepatan transisi energi, dekarbonisasi sektor transportasi darat, pencapaian target nol emisi, hingga peningkatan ketahanan energi di kawasan Asean,” ungkapnya saat menyampaikan keynote speech secara virtual dalam acara ASEAN Climate Forum 2023 pada Sabtu (2/9/2023).

Dalam rangka mendorong pengembangan kendaraan listrik di kawasan, negara-negara anggota Asean telah sepakat untuk membangun ekosistem kendaraan listrik dan menjadi bagian penting dalam rantai pasokan dunia, dengan menekankan pada industri hilirisasi.

Salah satu wujud konkret upaya tersebut telah ditunjukkan dengan disepakatinya perjanjian kerja sama yang tertuang dalam Asean Leaders' Declaration on Developing Regional Electric Vehicle (EV) Ecosystem pada KTT ASEAN ke-42 di Labuan Bajo, NTT.

Adapun, kerja sama dan kolaborasi pengembangan kendaraan listrik tersebut meliputi peningkatan infrastruktur dan pengisian daya, menciptakan iklim usaha dan investasi yang kondusif untuk menarik investasi, mengoptimalkan produksi dan penggunaan material dan sumber daya berkelanjutan untuk mencapai penciptaan nilai yang lebih tinggi dari rantai pasokan kendaraan listrik, serta mempromosikan penggunaan energi terbarukan di negara-negara ASEAN.

Lebih lanjut, Airlangga mengatakan Indonesia sendiri juga memiliki peran penting dalam mengembangkan ekosistem industri kendaraan listrik dari hulu ke hilir dengan target produksi sebanyak 600 ribu unit mobil listrik dan 2,45 juta sepeda motor listrik per tahun pada 2030 mendatang.

"Dengan berbagai target tersebut, Indonesia diprediksi mampu membantu dalam mengurangi emisi karbon hingga 3,8 juta ton," jelasnya. 

Airlangga juga mengapresiasi seluruh Committee of ASEAN Business Advisory Council (ASEAN BAC) yang telah menyelenggarakan The ASEAN Climate Forum 2023.

"Semoga forum ini dapat berfokus pada kerangka Net Zero Emission (NZE) 2060 yang komprehensif, transisi energi yang terjangkau, strategi dekarbonisasi, dan pembiayaan berkelanjutan,” pungkas Menko Airlangga.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper