Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Lawan Arus Krisis Properti, Harga Bijih Besi China Menguat

Bijih besi China menjadi komoditas yang memiliki kinerja yang cukup baik di tengah krisis properti yang memburuk.
Ilustrasi pengolahan bijih besi/Reuters
Ilustrasi pengolahan bijih besi/Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Bijih besi, salah satu komoditas yang seharusnya terpukul oleh krisis properti yang memburuk di China justru berkinerja cukup baik. 

Bijin besi telah naik ke level tertinggi dalam sebulan terakhir pada minggu lalu, dengan reli yang melawan perekonomian China yang mengalami perlambatan semakin dalam dengan sarat akan hutang

"Bijih besi masih sangat tangguh untuk lingkungan seperti ini, dan saya pikir permintaan China berperan dalam hal ini," jelas kepala ekonom di Grow Investment Group, Hao Hong, seperti dikutip Bloomberg, Rabu (30/8/2023

BHP Group, yang menjadi produsen bijih besi terbesar kedua di dunia juga mengatakan bahwa mereka melihat permintaan yang solid dari infrastruktur, mesin listrik, mobil dan perkapalan, yang mengimbangi pelemahan pada pembangunan perumahan baru dan mesin konstruksi

Harga bijih besi sebagian besar bertahan di atas ambang batas utama sebesar US$100 per ton tahun ini, meskipun ada berita-berita yang mengkhawatirkan dari sektor real estat

Sementara Indeks Komposit Shanghai saham jatuh ke level terendah pada 2023 minggu lalu, sehingga pemerintah berusaha untuk menstabilkan pasar. Namun harga bijih besi berjangka naik hingga mencapai US$114 per ton. 

Sebagaimana diketahui, China ketika berada di tahun-tahun yang lebih normal, sektor real estat menyumbang sebesar 40 persen dari permintaan. Namun, tidak berarti ekonomi China akan terhindar dari perlambatan pertumbuhan yang nyata, atau bahwa harga bijih besi akan terus berada di level tersebut. 

Konstruksi properti diketahui menurun, terutama di kota-kota pedalaman yang kurang berkembang. China juga menunda stimulus skala besar, termasuk belanja infrastruktur yang biasanya mengangkat konsumsi baja. 

Pembangunan Kereta Api 

Di saat banyak pemerintah daerah memperlambat pengeluaran karena kesulitan keuangan, investasi pemerintah dalam infrastruktur seperti kereta api tumbuh lebih cepat. Diketahui pengeluaran untuk kereta api mencapai 25 persen dari tahun ke tahun, dalam tujuh bulan pertama 2023. 

Produksi mobil sendiri diketahui tumbuh 12 persen. Terdapat juga ledakan di sektor energi baru, yang tidak dapat mengabaikan untuk permintaan baja. Namun sementara itu, investasi properti mengalami kontraksi sebesar 7,1 persen dalam tujuh bulan pertama tahun ini. 

Berdasarkan perkiraan industri baja dari periset CRU group, permintaan untuk “produk panjang” yang digunakan dalam bangunan akan turun 1,7 persen pada 2023. Produk flat, kategori utama lainnya akan mengalami kenaikan 3 persen. 

Kemudian, perusahaan riset Mysteel juga mengatakan bahwa permintaan pelat berat yang digunakan pada kapal, jembatan dan turbin angin naik 8,1 persen dalam lima bulan pertama 2023. Produk tersebut juga menyumbang 10 persen permintaan baja China. Kategori-kategori lain yang meliputi konstruksi, mesin, peralatan dan mobil tetap datar, atau sedikit lebih rendah. 

Di sektor properti, terdapat juga beberapa tanda-tanda optimisme kecil, bahkan ketika risiko utang terus berputar di sekitar sektor ini. Beberapa pengembang yang didukung oleh negara juga melaporkan pemulihan volume penjualan. 

Namun, menurut  kepala perdagangan dan riset di Yonggang Resources Co, Jiang Hang, mengatakan bahwa hasil keseluruhannya adalah pasar yang datar-datar saja. 

Hang sendiri mengatakan bahwa hal tersebut mengacu pada fenomena sosial yang banyak dibahas, di mana warga negara melakukan apa saja untuk bertahan hidup. Pabrik-pabrik juga tidak menumpuk banyak persediaan, namun masih membeli untuk memenuhi permintaan yang mendesak. 

Pembatasan Produksi 

Seperti diketahui, permintaan baja dan harga bijih besi didorong oleh beberapa faktor spesifik industri. 

Ekspor baja sendiri menyerap sejumlah material tambahan. Pengiriman dari China juga berada di jalur yang tepat untuk mencapai level tertinggi sejak 2016, walaupun volumenya masih jauh di bawah jumlah yang membuat kesal para mitra dagang pada saat itu. 

Bijih besi sendiri terbantu oleh pengurangan pada tanur busur listrik yang menggunakan skrap, yakni metode produksi alternatif untuk baja. Hal ini membantu menjaga produksi yang berasa dari bijih besi tetap kuat. 

Mysteel sendiri mengatakan bahwa produksi harian rata-rata besi cair dari tanur tiup telah mencapai titik tertinggi sejak 2020. 

Kemudian, produsen dan pedagang baja memilih bijih besi untuk mengantisipasi kenaikan musiman pada aktivitas konstruksi yang terjadi setelah musim panas. Pabrik-pabrik juga dapat meningkatkan produksi mereka kini, untuk menjaga  kemungkinan pembatasan produksi yang diperintahkan pemerintah di akhir tahun.

"Harga bijih besi telah sedikit menyimpang dari fundamental ekonomi, sebagian besar karena kurangnya disiplin di pabrik-pabrik," kata analis dari Mysteel, Xu Xiangchun, dan mengatakan bahwa perekonomian China tidak terlalu menjanjikan. 

Bagaimana China dalam sisa tahun ini dapat menghindari gejolak yang lebih besar di sektor properti mungkin akan menjadi faktor penentu harga. Terdapat penghalang yang kuat bagi China terhadap kurangnya kepercayaan pada sektor swasta dan bahaya tekanan utang pemerintah daerah yang menyebar ke bagian lain dari perekonomian. 

"China tidak dapat menyalakan kembali api di bawah real estat dan sepertinya mereka tidak ingin melakukannya," jelas analis Kallanish Commodities, Tomas Gutierrez. 

Gutierrez sendiri mengatakan bahwa ada dasar yang cukup kuat untuk bijih besi di harga US$100 dalam jangka pendek. Namun prospek dalam jangka panjang dinilai lemah. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper