Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

ADB Ramal Ekonomi RI Tumbuh 4,8 Persen Tahun ini, Inflasi Turun ke 3,8 Persen

Asian Development Bank atau ADB meramalkan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2023 hanya 4,8 persen, lebih rendah dari proyeksi pemerintah di 5,3 persen.
Acara Asian Development Bank (ADB) Governors’ Seminar: Policies to Support Asia’s Rebound di Incheon, Korea Selatan. ADB memproyeksikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia 2023 akan melambat menjadi 4,8 persen./Istimewa
Acara Asian Development Bank (ADB) Governors’ Seminar: Policies to Support Asia’s Rebound di Incheon, Korea Selatan. ADB memproyeksikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia 2023 akan melambat menjadi 4,8 persen./Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Asian Development Bank (ADB) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan melambat menjadi 4,8 persen pada tahun ini.

Sebagaimana diketahui, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I/2023 tercatat sebesar 5,03 persen secara tahunan, sedikit meningkat dari pertumbuhan pada kuartal IV/2022 yang sebesar 5,01 persen secara tahunan.

Namun demikian, pertumbuhan ekonomi pada kuartal I/2023 tersebut masih lebih rendah jika dibandingkan dengan rata-rata pertumbuhan ekonomi triwulanan sebelum pandemi sebesar 5,3 persen.

Dalam outlook terbarunya, ADB memandang bahwa meski terjadi normalisasi, permintaan domestik hanya akan tumbuh moderat pada tahun ini. Permintaan itu sangat berpengaruh terhadap konsumsi domestik, yang menjadi penopang utama produk domestik bruto (PDB) Indonesia.

"Konsumsi belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan belanja dan pertumbuhan investasi tertahan oleh sikap wait and see dari para pelaku bisnis," tulis ADB dalam laporannya, Rabu (19/7/2023).

Selain itu, pertumbuhan ekspor Indonesia diperkirakan melambat karena base effect dan permintaan yang lebih rendah dari negara mitra dagang, yang diperkirakan terus berlanjut. 

Sementara pada 2024, ADB memperkirakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia akan menguat ke 5 persen.

Sejalan dengan itu, ADB memperkirakan laju inflasi di dalam negeri akan mencapai 3,8 persen secara rata-rata pada akhir 2023 dan akan terjaga pada tingkat 3 persen pada 2024.

Adapun, di kawasan, ADB memperkirakan pertumbuhan ekonomi Asia Tenggara melambat ke 4,6 persen untuk tahun ini dan 4,9 persen tahun depan. Angka itu melambat dibandingkan dengan perkiraan ADB pada April lalu, masing-masing sebesar 4,7 persen dan 5,0 persen. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Maria Elena
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper