Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Ekspor Industri Mamin Moncer di Tengah Gejolak Geopolitik

Gapmmi mengeklaim ekspor industri mamin tetap moncer kendati kondisi geopolitik sedang bergejolak.
Salah satu fasilitas produksi industri makanan. Istimewa/ Kemenperin
Salah satu fasilitas produksi industri makanan. Istimewa/ Kemenperin

Bisnis.com, JAKARTA – Pelaku usaha industri makanan dan minuman (mamin) menyebut ekspor sektor mamin dalam keadaan yang baik meskipun di tengah situasi geopolitik yang memanas.

Ketua Umum Gabungan Produsen Makanan dan Minuman (Gapmmi) Adhi S. Lukman menuturkan sepanjang Januari hingga Mei 2023, ekspor process dan semi processed food mengalami kenaikan sebesar 8 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/yoy).

“Untuk process dan semi processed food HS 16 sampai 24 kita masih tumbuh ekspornya, sampai Mei lalu untuk ekspor process dan semi processed food di luar sawit itu tahun lalu Januari sampai Mei 2022 US$4 miliar, tahun ini US$4,3 miliar,” tutur Adhi di kantor Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Selasa (18/7/2023).

Lebih lanjut Adhi menjelaskan, pertumbuhan kinerja ekspor mamin ini didorong oleh ekspansi ke pasar-pasar emerging market, seperti ke Middle East and North Africa (MENA). “Arab Saudi kemarin banyak produk kita masuk ke sana,” tambah Adhi.

Di samping itu, Adhi juga menyebutkan industri mamin Indonesia juga mengekspor produk ke berbagai negara yang tengah mengalami kesulitan di sektor ini, seperti Malaysia, Singapura juga Jepang.

“Kita bisa layani permintaan beberapa negara yang terhambat, contohnya Malaysia, mereka kekurangan produk berbasis ayam. Kita bisa ekspor Singapura, Jepang, dan lain-lain karena mereka lagi kesulitan,” jelas Adhi.

Adhi menyebutkan, moncernya kinerja ekspor ini menjadi salah satu pendorong kinerja industri mamin sepanjang Januari hingga Mei 2023. Meskipun sepanjang periode Ramadan dan Idulfitri tahun ini, Adhi sempat menyebutkan industri ini mengalami pelambatan.

Namun, Adhi tetap optimistis sektor ini dapat mencatatkan pertumbuhan kinerja tahunan sebesar 5 hingga 7 persen tahun ini.

Hal ini dikarenakan selain kinerja ekspor yang terlihat kinclong, Adhi melihat pasar domestik sektor ini juga diproyeksikan akan menyumbang kinerja moncer dengan adanya agenda politik pada 2024.

Meskipun demikian, Adhi menyebut industri mamin masih dihadapkan dengan sederet tantangan berupa kondisi geopolitik juga perubahan iklim atau climate change yang akan berdampak pada terganggunya pasokan bahan baku.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Widya Islamiati
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper