Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Harga CPO Melemah, Penyaluran Insentif Biodiesel Turun 82,72 Persen

BPDPKS telah menyalurkan insentif biodiesel B35 Rp4,04 triliun sepanjang paruh pertama tahun ini.
Ilustrasi biodiesel/Reuters
Ilustrasi biodiesel/Reuters

Bisnis.com, JAKARTA — Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) melaporkan turunnya realisasi penyaluran subsidi biodiesel B35, bauran Solar dengan 35 persen bahan bakar nabati (BBN) berbasis minyak sawit sepanjang paruh pertama tahun ini. 

Divisi Perusahaan BPDPKS Achmad Maulizal Sutawijaya mengatakan, total insentif yang diberikan kepada pemasok sebagai selisih harga indeks pasar (HIP) BBN jenis biodiesel dengan HIP minyak Solar hanya berada di angka Rp4,04 triliun atau turun 82,72 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu di level Rp23,38 triliun. 

“Selisih HIP biodiesel dan Solar pada Juni 2023 turun sebesar Rp449,36 per liter di luar ongkos angkut dan PPN,” kata Achmad kepada Bisnis, Minggu (9/7/2023). 

Achmad menuturkan, turunnya realisasi penyaluran subsidi kepada produsen biodiesel itu disebabkan karena turunnya harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) yang dipengaruhi pelemahan harga minyak nabati lainnya seperti kedelai di pasar dunia. 

Selain itu, Achmad menambahkan, terdapat kekhawatiran pasar terkait dengan peningkatan pasokan produksi kelapa sawit global dari Indonesia dan Malaysia. 

Berdasarkan catatan BPDPKS, realisasi pungutan ekspor CPO yang berhasil dihimpun hingga 23 Juni 2023 mencapai di angka Rp15,55 triliun. 

“Terjadi juga penurunan harga Solar disebabkan oleh meningkatkan pasokan minyak mentah global dan kenaikan suku bunga The Fed yang membuat nilai tukar dolar AS menguat,” kata dia. 

Seperti diketahui, harga acuan minyak mentah Indonesia atau Indonesian crude price (ICP) Juni 2023 turun ke level US$69,36 per barel. Harga itu tergelincir US$0,76 per barel dari posisi bulan sebelumnya di level US$70,12 per barel. 

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengidentifikasi pelemahan harga itu disebabkan karena kekhawatiran pasar atas kondisi ekonomi global khususnya di kawasan Eropa dan Amerika Serikat (AS) yang ditandai dengan turunnya Purchasing Managers Index (PMI) AS ke angka 46,3 dan Eropa di angka 50,3 yang menjadi level terendah selama satu semester terakhir. 

Selain untuk subsidi program mandatori biodiesel B35, badan penghimpun pungutan ekspor sawit itu juga menyalurkan dana segar Rp601 miliar untuk program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) pada semester pertama tahun ini. Alokasi PSR itu lebih tinggi dibandingkan kuota periode tahun sebelumnya di level Rp495 miliar. 

Seperti diberitakan sebelumnya, Kementerian ESDM melaporkan realisasi penyaluran biodiesel B35 telah mencapai 5,6 juta kiloliter (kl) hingga 6 Juli 2023.  

Realisasi penyaluran bauran Solar itu hingga pertengahan tahun ini telah mencapai 42,58 persen dari alokasi biodiesel program mandatori B35 yang dipatok di angka 13,15 juta kl. Adapun, alokasi biodiesel tahun ini naik 19 persen jika dibandingkan dengan kuota 2022 di level 11,02 juta kl.  

“Tinggal 3 terminal bahan bakar minyak [TBBM] di Jakarta, Semarang dan Surabaya yang masih penyesuaian sarana prasaranannya untuk implementasi B35,” kata Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE), Dadan Kusdiana kepada Bisnis, Minggu (9/7/2023). 

Berdasar catatan Kementerian ESDM, tren selisih HIP BBN jenis biodiesel dengan HIP minyak solar sebagai acuan pemberian subsidi kepada pemasok mengalami penurunan selepas April 2023 setelah mengalami tren penguatan sejak Juli 2022.  

Pada perdagangan Januari 2023, HIP biodiesel sebesar Rp11.520 per liter, sedangkan HIP minyak solar sebesar Rp10.805,20 per liter. Selanjutnya, HIP biodiesel untuk Juli 2023 sebesar Rp9.998 per liter dengan HIP minyak solar di level Rp8.371 per liter.  

“Dari data HIP tersebut tren selisih HIP biodiesel dengan HIP minyak Solar sebagai acuan pemberian insentif mengalami kenaikan sampai bulan April, kemudian mengalami tren penurunan,” kata dia.  


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper