Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Aturan Pakai Masker Dicabut, Kemenhub Akan Ubah Syarat Perjalanan

Kemenhub akan mengubah syarat perjalanan usai aturan pakai masker untuk sejumlah moda transportasi dicabut.
Penumpang kereta api tiba di Stasiun Pasar Senen, Jakarta pada puncak arus balik Lebaran 2022, Minggu 8 Mei 2022 / BISNIS - Pernita Hestin Untari
Penumpang kereta api tiba di Stasiun Pasar Senen, Jakarta pada puncak arus balik Lebaran 2022, Minggu 8 Mei 2022 / BISNIS - Pernita Hestin Untari

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) segera mengubah persyaratan perjalanan seiring dengan masuknya Indonesia ke fase endemi Covid-19.

Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati mengatakan dengan terbitnya surat edaran (SE) Satgas Covid-19 no 1/2023, Kemenhub akan melakukan revisi persyaratan perjalanan sesuai dengan aturan baru tersebut melalui surat edaran Menteri Perhubungan.

Adita mengatakan, surat edaran tersebut akan segera dikeluarkan. Perubahan persyaratan perjalanan ini akan berlaku untuk seluruh moda transportasi, mulai dari darat, laut, udara, hingga perkeretaapian.

"Segera setelah terbit, akan kami edarkan kepada operator dan masyarakat untuk menjadi rujukan pelaksanaan di lapangan," jelas Adita, Senin (12/6/2023).

Sebelumnya, melalui SE No 1/2023, tentang Protokol Kesehatan pada Masa Transisi Endemi Covid-19, Satgas Covid-19 tidak lagi mewajibkan penggunaan masker sebagai syarat perjalanan di dalam dan luar negeri. 

Dalam surat edaran tersebut, masyarakat diperbolehkan tidak menggunakan masker bagi masyarakat dalam keadaan sehat dan tidak berisiko penularan Covid-19, serta dianjurkan tetap menggunakan masker dengan baik apabila dalam keadaan tidak sehat atau beresiko penularan Covid-19.

Selain itu, Satgas Covid-19 juga tidak lagi mewajibkan vaksinasi Covid-19 sebagai syarat perjalananan. Melalui surat edaran teranyar, vaksinasi Covid-19 hanya sebatas anjuran, dan bukan lagi kewajiban. 

Masyarakat dianjurkan tetap melakukan vaksinasi Covid-19 sampai dengan booster kedua atau dosis keempat, terutama bagi masyarakat yang memiliki risiko tinggi penularan Covid-19.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper