Top 5 News Bisnisindonesia.id: Coldplay, Subsidi Mobil Listrik & Investasi Hyundai

Ulasan tentang misi kampanye lingkungan yang dibawa dalam setiap konser Coldplay menjadi salah satu pilihan Bisnisindonesia.id, Kamis (18/5/2023).
Poster Konser Coldplay di Jakarta./ Instagram PK Entertainment
Poster Konser Coldplay di Jakarta./ Instagram PK Entertainment

Bisnis.com, JAKARTA — Kedatangan Coldplay ke Indonesia bisa dibilang adalah catatan sejarah sehingga tak heran jika fans dari berbagai kalangan berbondong-bondong rela 'war tiket' atau berebut tiket meskipun harus merogoh kantong lebih dalam. Sebab, harga tiket konser terhitung tidak murah mulai dari Rp800.000 hingga Rp11 juta.

Grub band asal Inggris ini menjadi salah satu band rock yang cukup aktif menyuarakan pentingnya mencegah krisis iklim. Misalnya saja, pada 2019 Coldplay merilis album dengan tajuk Every Life yang diproduksi dengan emisi karbon netral. Caranya, Coldplay bekerja sama dengan para ahli untuk mengalkulasi jumlah jejak karbon yang dihasilkan dalam proses pembuatan, lalu dikompensasi dengan investasi dalam proyek energi terbaru.

Tak berhenti di situ, Colplay juga terus merancang untuk membuat konser yang ramah lingkungan. Misalnya saja, band yang digawangi oleh Chris Martin, Jonny Buckland, Will Champion, dan Guy Berryman mengajak penggemarnya untuk peduli iklim dengan menggunakan transportasi rendah karbon saat konser selama tur dunia.

Ulasan tentang misi kampanye lingkungan yang dibawa dalam setiap konser Coldplay menjadi salah satu pilihan Bisnisindonesia.id, selain beragam kabar ekonomi dan bisnis yang dikemas secara mendalam dan analitik tersaji dari meja redaksi Bisnisindonesia.id.

Berikut intisari dari top 5 News Bisnisindonesia.id yang menjadi pilihan editor, Kamis (18/5/2023):

 

Kerja Keras Pertamina Garap Lapangan Tua Berbuah 4 Big Fish Baru

Banyaknya wilayah kerja (WK) minyak dan gas bumi tua yang dikelola PT Pertamina (Persero) tidak menyurutkan keinginan perseroan itu untuk lebih agresif lagi meningkatkan produksi migas di dalam negeri.

Terlebih, sebagai perusahaan migas nasional sekaligus holding badan usaha milik negara (BUMN) energi, Pertamina memiliki tanggung jawab besar terhadap pencapaian target produksi minyak 1 juta barel per hari dan gas 12 miliar standar kaki kubik gas pada 2030.

Top 5 News Bisnisindonesia.id: Coldplay, Subsidi Mobil Listrik & Investasi Hyundai

Hal itu pula yang membuat perseroan melalui Subholding Upstream PT Pertamina (Persero), PT Pertamina Hulu Energi (PHE) lebih aktif dan agresif lagi melakukan eksplorasi, meskipun pada saat yang bersamaan juga dihadapkan pada target 23 persen energi baru dan terbarukan (EBT) dalam bauran energi nasional pada 2025.

Tak sia-sia, PHE berhasil mendapatkan empat lapangan migas jumbo alias big fish dari hasil eksplorasi lapangan tua sepanjang 2022 hingga paruh pertama 2023. Keempat big fish yang ditangkap PHE itu diperkirakan mengandung potensi cadangan sebanyak 249 juta barel setara minyak (million barrels of oil equivalent/MMboe).

 

Misi Konser Coldplay Untuk Penggemar Indonesia

Kampanye lingkungan yang dibawa Coldplay dalam setiap konser, sebelumnya juga telah disediakan dalam aplikasi mobile phone yang dapat di-download melalui playstore dengan nama Coldplay.

Melansir Bloomberg, setidaknya ada 80.000 undahan aplikasi selama putaran pertama tur 2022. Melalui tur, Coldplay mengeklaim emisi penggunaan karbon dari perjalanan penggemar diperkirakan turun hampir 50 persen dibandingkan dengan pertunjukan 2016—2017.

Misi yang di bawa Coldplay adalah membuat tur Music of the Spheres menjadi berkelanjutan.Untuk itu band melakukan segalanya mulai dari memasang panel surya di tempat konser hingga melakukan perjalanan dengan jet biofuel dan kendaraan listrik. 

Mereka diajak untuk menghitung jumlah jejak karbon yang dihasilkan oleh perjalanan masing-masing penggemar dari rumah untuk menuju ke lokasi konser. Aplikasi tersebut dikembangkan oleh SAP SE.

Dijelaskan pula terdapat tiga prinsip yang dibawa dalam konser konser Music of The Spheres; pertama reduce (mengurangi), memangkas emisi CO2 hingga 50 persen dibandingkan dengan konser 2016—2017.

Kedua, reinvent (menciptakan): mendukung penuh teknologi baru berbasis energi hijau. Ketiga, restore (mengembalikan): membiayai proyek lingkungan yang bisa mengembalikan jejak karbon yang dihasilkan selama tur.

 

Penyebab Tersendatnya Investasi Hyundai di RI

PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) memastikan pabrik sel dan pack baterai mobil listrik beroperasi pada 2024. Namun, hingga saat ini dari sisi hulu, LG yang merupakan ujung tombak proyek baterai itu masih bermasalah terkait dengan kesepakatan konsorsium.

Top 5 News Bisnisindonesia.id: Coldplay, Subsidi Mobil Listrik & Investasi Hyundai

Perakitan baterai Hyundai Ioniq 5 di Korea. Sumber foto: Hyundai

Investasi pabrik baterai Hyundai, terdiri dari dua rantai produksi. Pertama, bersama LG Energy, Hyundai Group mendirikan pabrik sel baterai yang telah dibangun sejak September 2021. Sementara itu, untuk pabrik pack battery, Hyundai Motor Group berkomitmen untuk memulai pembangunan pada paruh pertama tahun ini.

Persoalannya, hingga saat ini dari sisi hulu rantai produksi baterai masih bermasalah. Rencana kerja sama tambang nikel antara PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) bersama dengan konsorsium LG Energy Solution (LG) masih terkendala hingga saat ini. 

Bahkan, rencana kerja sama hilirisasi bijih nikel pada konsesi izin usaha pertambangan (IUP) milik anak usaha ANTM, PT Nusa Karya Arindo (NKA) yang berlokasi di Maluku Utara, Halmahera Timur terancam terhambat.

SVP Corporate Secretary MIND ID Heri Yusuf mengatakan rencana kerja sama tambang nikel antara PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan konsorsium LG Energy Solution (LG) sebagai bagian dari kesepakatan usaha patungan baterai listrik di sisi hulu belum ada kemajuan hingga saat ini.

Hal itu karena belum ada perjanjian lebih lanjut antara kedua belah pihak soal rencana kerja sama penghiliran bijih nikel di konsesi izin usaha pertambangan (IUP) milik anak usaha ANTM, PT Nusa Karya Arindo (NKA) yang berlokasi di Maluku Utara, Halmahera Timur. 

 

Terkuak Alasan Pemerintah Memberi Subsidi Mobil Listrik

Kendati mendapat kritikan dari sejumlah pihak, pemerintah memastikan program subsidi kendaraan listrik tetap berjalan. Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) pun mengungkapkan alasan pemerintah memberi subsidi mobil listrik.

Dalam keterangannya, Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kemenko Marves Rachmat Kaimuddin menyebutkan bahwa pemberian insentif pajak kendaraan listrik merupakan bagian dari upaya pemerintah menekan emisi karbon dengan target nol emisi karbon (net zero emission/NZE) pada 2060 atau lebih cepat.

Dengan adanya pemberian insentif pajak yang lebih kecil, diharapkan bisa mendorong jumlah kendaraan listrik di Indonesia mengingat harga mobil listrik yang ada saat ini masih lebih mahal dibandingkan dengan mobil konvensional.

Pada akhirnya, pengenaan pajak yang lebih kecil tersebut dapat mengurangi emisi karbon yang dihasilkan dari kendaraan konvensional. Pemerintah tidak memberikan subsidi untuk mobil listrik, tapi memberikan pajak yang lebih rendah dibanding mobil konvensional. Tarif pajak yang diberikan lebih kecil agar masyarakat masih punya pilihan saat membeli kendaraan.

 

Mati Suri Aktivitas Pabrik Dean Shoes dan Ekonomi di Sekitarnya

Tidak ada sahut-sahutan klakson kendaraan yang mengantre memenuhi ruas jalan di depan pabrik PT Dean Shoes, Karawang Jawa Barat. Lengang di sore hari, Senin (15/5/2023), sepi hampir tidak ada orang yang beraktivitas di area itu, hanya pihak keamanan yang berjaga.

Gerbang setinggi dua meter ditutup rapat, di gerbang itu tertulis jika gerbang hanya akan terbuka tiga kali dalam sehari, pukul 06.30 WIB—07.30 WIB, pukul 11.30 WIB—12.30 WIB dan terakhir pukul 16.30 WIB—17.00 WIB.

Aturan gerbang dibuka ini seperti menunjukan waktu masuk pabrik, istirahat dan bubar pabrik. Namun, sayangnya, berdasarkan pantauan Bisnis, hingga pukul 16.30 WIB, tidak ada tanda-tanda pekerja yang akan keluar dari pabrik.

Berdasarkan keterangan petugas keamanan yang tak mau disebutkan identitasnya, pabrik Dean Shoes yang memproduksi dua merek alas kaki ini telah memindahkan basis produksinya ke Jawa Tengah.

Menurutnya, pabrik ini sudah berhenti beroperasi dan kini menyisakan sedikit pekerja yang masih menantikan pembayaran hak pesangon oleh PT Dean Shoes. Setelah itu, pabrik di Karawang ini akan resmi tutup.

Top 5 News Bisnisindonesia.id: Coldplay, Subsidi Mobil Listrik & Investasi Hyundai

Suasana di depan pabrik PT Dean Shoes pada jam bubar pabrik, sore hari Senin (15/5/2023). /Bisnis-Widya Islamiati

Meskipun demikian, dia tidak menjelaskan secara detail ke kota mana pabrik ini akan dipindahkan. Namun menurutnya, sebelum adanya rencana kepindahan ini, Dean Shoes beroperasi dengan 7.000 pekerja.

Berdasarkan laman Instagram Gabungan Serikat Buruh Indonesia (GSBI) PT Dean Shoes, sejak November 2022 lalu, pabrik ini telah melakukan PHK terhadap sejumlah karyawannya, di antaranya pekerja yang sedang mengandung.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Nurbaiti
Editor : Nurbaiti
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper