Top 5 News Bisnisindonesia.id: Dari Sentimen China di G7 Hingga Pesimisme Ekspor Sepatu

Negara-negara G7 terbelah dalam menentukan posisi mereka terhadap China. Sementara itu, Aprisindo memperkirakan penurunan permintaan sepatu masih akan lama.
Bendera 7 negara anggota G7/germany.de
Bendera 7 negara anggota G7/germany.de

Bisnis.com, JAKARTA – Di tengah upaya melepas ketergantungan dari rantai pasok China, negara-negara G7 terbelah dalam menentukan posisi terhadap Negeri Tirai Bambu tersebut. 

Sementara itu, Aprisindo memperkirakan penurunan permintaan sepatu masih akan berlanjut hingga pertengahan tahun depan.

Berita tentang sentimen China dan lesunya industri sepatu di Indonesia bersama berita lainnya disajikan Bisnisindonesia.id secara analitik dan lebih mendalam.

Berikut lima berita pilihan yang disajikan dalam Top 5 News Bisnisindonesia.id edisi Selasa (18/4/2023). 

Sentimen China Bakal Panaskan Diskusi G7

Pertemuan para menteri luar negeri negara Group of Seven (G7) diprediksi bakal makin panas seiring keinginan kelompok negara maju ini lepas dari ketergantungan rantai pasok China.

Tantangan geopolitik di Asia akan menjadi fokus yang lebih penting dalam pertemuan G7 yang dipimpin Jepang pada tahun ini. Hal itu diungkap seorang pejabat senior Kementerian Luar Negeri Jepang.   

Ketegangan antara kubu Barat dan China makin hangat setelah China kembali mengadakan latihan militer menyusul pertemuan Presiden Tsai Ing-wen dengan Ketua DPR AS Kevin McCarthy.

Menteri Luar Negeri Jepang Yoshimasa Hayashi, yang mengunjungi Beijing pada awal April, mengatakan bahwa anggota G7 harus menunjukkan perhatian besar terhadap China dan mendesak para pemimpinnya untuk bertindak layaknya  masyarakat internasional yang bertanggung jawab. 

Kementerian Luar Negeri Jepang akan terus mengupayakan pendekatan dengan China untuk berbagai permasalahan seperti Taiwan, hak asasi manusia, perekonomian, dan perang dingin AS dan China seperti yang terjadi di bidang teknologi.

Sementara itu, Presiden Prancis Emmanuel Macron berkomentar bahwa Eropa tidak perlu menjadi pengikut AS yang berseteru dengan China soal Taiwan. Dia menambahkan bahwa “hal terburuk” yang dilakukan Uni Eropa adalah “mengambil petunjuk dari agenda AS” yang ditujukan untuk membela Taiwan.

Sepeda Motor untuk Mudik, Masih Digemari Meski Berisiko Tinggi

Setelah berkutat dengan pembatasan akibat pandemi Covid-19, tahun ini pemudik tak lagi dihadapkan dengan berbagai syarat perjalanan. Bisa ditebak, jumlah masyarakat yang akan mudik mencapai rekor tertinggi setidaknya dalam dekade terakhir yakni 123,8 juta pergerakan. 

Dengan meningkatnya jumlah pemudik, praktis volume pengguna kendaraan pribadi maupun angkutan umum melonjak tajam. Kementerian Perhubungan dalam surveinya memperkirakan arus mudik akan didominasi oleh transportasi darat. 

Dari berbagai moda, sepeda motor berada di urutan kedua sebagai kendaraan yang paling banyak digunakan yakni 25,13 juta orang, naik tajam dari proyeksi 2022 yakni 14 juta pengguna. Pengguna transportasi roda dua hanya kalah dari kendaraan pribadi yang mencapai 27,32 juta orang. 

Bukan fenomena baru bahwa angka kecelakaan lalu lintas didominasi oleh sepeda motor. Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mendata dari 100 persen angka kecelakaan lalu lintas, 78 persen di antaranya terjadi di jalan dengan melibatkan sepeda motor. 

Pada periode mudik tahun lalu, setidaknya terjadi 3.457 kasus kecelakaan lalu lintas. Jumlah ini memang turun 11 persen bila dibandingkan dengan 2019. Namun korban meninggal dunia akibat peristiwa itu tidak sedikit menyentuh 530 korban jiwa, kendati merosot 40 persen dibandingkan periode prapandemi. 

Menhub Budi Lepas Tim Jelajah Lebaran Bisnis Indonesia 2023

Top 5 News Bisnisindonesia.id: Dari Sentimen China di G7 Hingga Pesimisme Ekspor Sepatu
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memberikan pemaparan saat acara pelepasan Jelajah Lebaran 2023 di Jakarta, Senin (17/4/2023)./Bisnis-Eusebio Chrysnamurti

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi resmi melepas Tim Jelajah Lebaran Bisnis Indonesia, Senin (17/6/2023) di Wisma Bisnis Indonesia, Jakarta Pusat. 

Menhub Budi berharap mudik tahun ini berjalan lancar dengan bantuan media. Terlebih mudik kali ini akan meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, dengan prediksi 123,8 juta masyarakat yang akan melakukan mudik Lebaran 2023. 

Menhub Budi mengakui bahwa mudik telah menjadi tradisi masyarakat Indonesia kala Lebaran. Dia mengimbau masyarakat untuk mengecek kendaraan yang akan digunakan untuk mudik. Begitu pula apabila menggunakan kendaraan umum. 

Selain Menhub Budi, pada kesempatan pelepasan Tim Jelajah Lebaran Bisnis Indonesia 2023 hadir Kepala Korlantas Polri Irjen Pol Firman Santyabudi, Direktur Utama PT Jasa Raharja Rivan Achmad Purwantono, Direktur Utama PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Tri Andayani, Direktur Pengelola PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Putut Sri Muljanto, Marketing Development & Digitalization Dept Head Astra Isuzu Alita Chayaningtyas, dan VP Corporate Communication Telkomsel Saki Bramono. 

Hadir juga Presiden Direktur Bisnis Indonesia Lulu Terianto, Direktur PT Bisnis Indonesia Gagaskreasitama Chamdan Purwoko, dan Pemimpin Redaksi Bisnis Indonesia Maria Yuliana Benyamin.

Momentum Kejar Performa Saham PGAS Kala Minyak Ngegas

Saham emiten migas, PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS) bergerak ke zona hijau, seiring dengan sinyal kelanjutan bullish dari pergerakan harga minyak mentah menanti kabar dari China. 

Jika pemulihan permintaan konsumen negeri Tirai Bambu terbukti, minyak siap melanjutkan bullish berikutnya setelah mengalami kenaikan mingguan terpanjang sejak Juni. 

Investor mengamati data ekonomi China untuk tanda-tanda pemulihan permintaan konsumen. Adapun International Energy Agency (IEA) memperingatkan bahwa di masa mendatang akan ada kenaikan harga. 

IEA mengatakan pemangkasan produksi OPEC+ yang mengejutkan, dapat memperketat pasar lebih dari sebelumnya yang dapat menyebabkan kenaikan harga lebih lanjut. Hal ini akan memberikan lebih banyak tekanan pada konsumen. 

Harga minyak telah pulih setelah krisis perbankan di seluruh pasar, mendorong minyak berjangka ke level terendah 15 bulan pada pertengahan Maret. Selain itu, pengetatan di pasar global lebih terasa saat stok minyak mentah Amerika Serikat di pusat penyimpanan Cushing menyusut, ditambah lagi gangguan pasokan dari Kurdistan Irak.

Investor juga memperhatikan ekspor energi Rusia, dengan arus negara tersebut yang tetap bertahan meskipun adanya sejumlah sanksi Barat. Rusia sedikit meningkatkan tingkat pemrosesan minyak pada bulan April, yang menjadi sebuah tanda permintaan yang kuat untuk produk olahannya. 

Investor akan mengamati rilis data produk domestik bruto (PDB) kuartal pertama China minggu ini, yang diperkirakan akan positif untuk harga komoditas.

Pesimisme Ekspor Sepatu Diperkirakan hingga Semester I/2024

Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) memperkirakan kondisi lesu sektor ekspor industri sepatu masih akan berlanjut hingga semester I/2024 mendatang.

Direktur Eksekutif Aprisindo Firman Bakri menyebutkan, lesunya ekspor alas kaki dipicu oleh perekonomian di negara tujuan ekspor, seperti Amerika dan Eropa yang belum pulih. Pada awal tahun ini, industri alas kaki dalam negeri mencatatkan penurunan ekspor yang cukup dalam.

Berdasarkan data Aprisindo, pada Februari 2023, ekspor alas kaki Indonesia anjlok 21,29 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Lesunya kinerja tersebut melanjutkan tren penurunan ekspor sejak November 2022 lalu. 

Lebih lanjut, Firman menuturkan, pihaknya belum melihat adanya kabar baik dari kondisi perekonomian di negara tujuan ekspor. Pihaknya juga semakin pesimistis dengan fenomena tutupnya beberapa bank di Amerika Serikat. 

Aprisindo memperkirakan penurunan permintaan masih akan berlanjut hingga pertengahan tahun depan. Menurutnya, pemulihan permintaan juga akan memerlukan waktu, meski perekonomian negara tujuan ekspor sudah membaik.

Top 5 News Bisnisindonesia.id: Dari Sentimen China di G7 Hingga Pesimisme Ekspor Sepatu

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Saeno
Editor : Saeno
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper