Bos Bulog Jamin Stok Beras Aman Jelang Lebaran 2023

Dirut Bulog, Buwas mengaku optimistis harga beras di pasar rakyat dapat terkendali hingga Lebaran berlangsung.
Buruh melakukan bongkar muat karung berisi beras di Gudang Bulog Divre Jawa Barat di Gedebage, Bandung, Jawa Barat, Senin (30/1/2023). Bisnis/Rachman
Buruh melakukan bongkar muat karung berisi beras di Gudang Bulog Divre Jawa Barat di Gedebage, Bandung, Jawa Barat, Senin (30/1/2023). Bisnis/Rachman

Bisnis.com, JAKARTA - Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso atau Buwas memastikan ketersediaan beras terpenuhi menjelang hari raya Lebaran 2203.

“Nggak ada masalah, aman karena beras untuk operasi pasar, bansos, aman,” kata Buwas, kepada awak media usai menghadiri rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi VI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (11/4/2023).

Buwas mengaku optimistis harga beras di pasar rakyat dapat terkendali hingga Lebaran berlangsung. Pasalnya, pemerintah terus melakukan intervensi harga beras untuk mengendalikan inflasi.

Selain itu, Perum Bulog juga telah menyalurkan beras ke sejumlah ritel modern. Hal ini bertujuan agar masyarakat mudah mendapatkan beras Bulog. Adapun, beras yang dijual tersebut dikemas secara khusus untuk menghindari kecurangan di lapangan.

“Supaya tidak dipakai main lagi. Pengalaman yang lalu kan karungnya diganti terus dijual dengan harga premium, ya bagaimana mau murah,” ujarnya.

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional, Selasa (11/4/2023) pukul 16.09 WIB, rata-rata harga beras di pasar se-Indonesia tercatat stabil.

Harga beras kualitas super I tercatat stabil di Rp14.800 per kg, beras kualitas super II Rp14.250 per kg, dan beras kualitas bawah I di level Rp12.200 per kg.

Kemudian, beras kualitas bawah II Rp11.850 per kg, beras kualitas medium I Rp13.450 per kg, dan beras kualitas medium II stabil di Rp13.250 per kg.

Diberitakan sebelumnya, pemerintah memutuskan untuk melakukan impor 2 juta ton beras pada tahun ini. Meskipun melakukan impor beras, pemerintah memastikan tetap akan melakukan penyerapan beras petani dengan maksimal.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi, menjelaskan, pemerintah memiliki prioritas menyerap beras dalam negeri, meski izin impor beras sudah keluar.

Impor beras ini dilakukan hanya untuk menutupi kekurangan di dalam negeri. Rencana tersebut tertuang dalam surat penugasan Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang ditandatangani oleh Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi.

Surat penugasan tersebut ditandatangani pada Jumat 24 Maret 2023. Penugasan impor beras dimandatkan Bapanas kepada Perum Bulog.

“Tambahan pasokan beras tersebut dapat digunakan untuk program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Beras (SPHP), bantuan beras kepada sekitar 21,353 juta keluarga penerima manfaat (KPM) dan kebutuhan lainnya seperti disebutkan dalam Peraturan Presiden nomor 125 Tahun 2022 tentang penyelenggaraan cadangan pangan pemerintah,” demikian isi surat tersebut, dikutip Kamis (6/4/2023).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Ni Luh Anggela
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper