Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Jokowi Puji Vale (INCO) Rehabilitasi Lahan Bekas Tambang, Sinyal Kontrak Diperpanjang?

Jokowi menyampaikan bahwa saat ini pemetintah sedang mengalkulasi terkait perpanjangan kontrak PT Vale (INCO) yang habis pada 2025.
Jokowi Puji Vale (INCO) Rehabilitasi Lahan Bekas Tambang, Sinyal Kontrak Diperpanjang? / BISNIS - Aprianus Doni Tolok
Jokowi Puji Vale (INCO) Rehabilitasi Lahan Bekas Tambang, Sinyal Kontrak Diperpanjang? / BISNIS - Aprianus Doni Tolok

Bisnis.com, LUWU TIMUR - Presiden Joko Widodo (Jokowi) angkat bicara soal kontrak PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) yang habis pada 2025.

Jokowi mengatakan bahwa kementerian terkait masih mengalkulasi terkait perpanjangan kontrak perusahaan tambang dan pengolahan nikel asal Brasil itu di Indonesia.

"Masih semuanya, masih semuanya kita bicarakan [soal perpanjangan kontrak PT Vale Indonesia]. Masih semuanya kita kalkulasi, masih kita hitung semuanya. Mana yang baik, mana yang tidak baik, semuanya masih dalam kalkulasi," ujarnya di Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Kamis (30/3/2023).

Kepala Negara menegaskan bahwa keberadaan PT Vale Indonesia harus memberikan sebanyak-banyaknya kepada rakyat dan negara dari sektor pertambangan dan pengolahan nikel.

"Kita ingin manfaat yang sebesarnya untuk rakyat dan negara," imbuh Jokowi.

Terkini, Vale baru saja menandatangani perjanjian kerja sama penyertaan modal bersama Ford Motor Company dan Zhejiang Huayou Cobalt Co. (Huayou) senilai Rp67,5 Triliun di proyek High-Pressure Acid Leach (HPAL) Blok Pomalaa, di Sulawesi Tenggara.

Dalam kerja sama tersebut, ketiga pihak sepakat untuk mengedepankan prinsip environmental, social, governance (ESG) sebagai standard kinerja. Dengan demikian, kelestarian lingkungan menjadi salah satu tujuan yang harus dicapai. 

Sebagai perwujudan upaya itu, Vale melakukan rehabilitasi melalui reboisasi dan persemaian bibit pohon di area bekas tambangnya. Salah satunya adalah yang saat ini menjadi Taman Kehati Sawerigading Mallacea.

Upaya itu pun mendapatkan respons positif dari Jokowi. Bahkan, dia meminta perusahaan tambang lainnya untuk mencontoh upaya yang dilakukan PT Vale tersebut.

"PT Vale telah memperbaiki lahan yang telah ditambang dengan baik sehingga tidak terjadi kerusakan. Saya akan perintahkan, seluruh perusahaan tambang di Indonesia meniru apa yang telah dilakukan PT Vale," ungkapnya saat meresmikan Taman Kehati Sawerigading Wallacea, Luwu Timur, Sulsel, Kamis (30/3/2023).

Diberitakan sebelumnya, Vale tengah menggarap tiga proyek bersama dengan sejumlah perusahaan asal China. Dua di antaranya diharapkan selesai dan mulai beroperasi pada awal 2026.

Head of Investor Relation INCO Glorinophika menyebutkan Vale Indonesia saat ini memiliki tiga proyek di pipeline-nya. Pertama, di Morowali, Sulawesi Tengah untuk pembangunan Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) berkapasitas 73.000 ton nikel dengan produk berupa FeNi.

Glori menambahkan perseroan masih menunggu mitra-mitra proyeknya mendapat persetujuan dari Pemerintah China. Setelahnya mereka akan mulai injeksi dana ke perusahaan pelaksana proyeknya PT Bahodopi Nickel Smelting Indonesia (PT BNSI) untuk bisa memulai konstruksi.

"Untuk proyek ini kami berpartner dengan Tisco dan Xinhai. Saat ini partner kami masih dalam tahap penyelesaian persetujuan overseas direct investment di China," ujarnya, Kamis (30/3/2023).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper