Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pemberantasan Impor Ilegal Pakaian Bekas Perlu Konsistensi Aparat

Ekonom menilai butuh konsistensi aparat penegak hukum untuk memberantas praktik impor barang bekas, terutama pakaian. Kasus ini merupakan problem menahun.
Karung berisi pakaian bekas (ballpress) yang akan dimusnahkan di Tempat Penimbunan Pabean (TPP), Bekasi pada Selasa (28/3/2023).
Karung berisi pakaian bekas (ballpress) yang akan dimusnahkan di Tempat Penimbunan Pabean (TPP), Bekasi pada Selasa (28/3/2023).

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menjamin tak ada lagi importasi barang bekas, terutama pakaian. Namun, konsistensi pengawasan sejauh ini masih jadi kendala, cenderung kendor sewaktu melandainya sorotan publik.

Ekonom dan Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menyebutkan, banjirnya pakaian bekas dan barang bekas impor atau thrifting akan mudah menjamur kembali kala pengawasan dari pemerintah termasuk aparat penegak hukum (APH) melemah.

“Ini sebenarnya sangat rentan terulang begitu pengawasan menurun, impor baju bekas ilegal masuk lagi,” kata Bhima kepada Bisnis pada Selasa (28/3/2023).

Menurutnya, ada berbagai jalur yang bisa dimanfaatkan oleh importir nakal untuk memasok barang bekas impor ke dalam negeri, hal ini harus diawasi secara ekstra.

“Jalur lain yang perlu diperhatikan adalah impor lewat jasa titip penerbangan,” tambahnya. 

Hal ini menurutnya akan berdampak pada tingginya nilai impor pakaian bekas yang akan dicatat oleh Badan Pusat Statistik (BPS) lantaran masuk ke tanah air melalui penumpang penerbangan komersial.

Terlebih, sambung Bhima, marketplace juga bisa jadi sarana untuk mengirimkan pakaian-pakaian bekas ini ke tanah air untuk kemudian diperjualkan kembali. “Ada juga kekhawatiran jalur lewat marketplace online masih berlanjut terutama untuk impor dari China,” tuturnya.

Bhima menilai pemerintah juga harus membenahi pengawasan di semua lini, termasuk pelabuhan ilegal atau "pelabuhan tikus" yang kerap jadi andalan para importir nakal untuk menyelundupkan barang.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan menyebutkan, pihaknya sudah menyetop pasokan pakaian bekas ataupun barang bekas secara keseluruhan yang masuk ke tanah air.

“Udah gak bakal ada masuk lagi, begitu kan, akan ditindak semua,” kata Zulkifli saat ditemui Bisnis disela-sela acara konferensi pers pemusnahan karung berisi pakaian bekas (ballpress) di Tempat Penimbunan Pabean (TPP), Bekasi pada Selasa (28/3/2023).

Hal ini lantaran menurutnya, pihaknya akan terus berfokus pada penanganan importasi pakaian bekas ini di hulunya dan berurusan langsung dengan importir nakal.

Sebelumnya, pedagang pakaian bekas dan barang bekas di Pasar Senen Blok III mengeluhkan saat ini sudah tak ada lagi pasokan barang dari luar negeri untuk dijual. 

Salah satu pedagang pakaian bekas Doni menyebutkan hal ini sudah terjadi dalam beberapa waktu terakhir, tepatnya sejak tersiarnya Presiden Joko Widodo memerintahkan bawahannya untuk memberantas importasi ilegal ini. Dengan demikian, saat ini, Doni menyebutkan pihaknya hanya menjual stok dagangan yang ada.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Widya Islamiati
Editor : Kahfi
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper