Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Sempat Mandek, Proyek Apartemen Asthana Kemang Kembali Dilanjutkan

Pembangunan proyek Apartemen Asthana Kemang kembali dilanjutkan usai mangkrak pada 2019
Ilustrasi investasi properti dan real estat/Freepik
Ilustrasi investasi properti dan real estat/Freepik

Bisnis, JAKARTA – Pembangunan proyek Apartemen Asthana Kemang akhirnya kembali berlanjut usai sempat mandek atau mangkrak pada 2019 lalu. Proyek yang terletak di Cilandak, Pasar Minggu, Jakarta Selatan ini dilanjutkan pembangunannya sejak pertengahan 2022.

Manajemen PT Synthesis Kreasi Bersama (SKB) yang telah diakuisisi oleh manajemen baru, langsung melakukan gebrakan dengan mengubah nama, logo dan rebranding Synthesis Residence Kemang menjadi Asthana Kemang. Sebelumnya, proyek Asthana Kemang ini dikembangkan oleh PT Synthesis Development.

Manajemen baru juga menunjuk kontraktor PT Waskita Karya Tbk. sebagai kontraktor utama yang bertanggung jawab terhadap program Penyelamatan Penyelesaian Pembangunan Kembali (P3K) Apartemen Asthana Kemang.

Direktur Sales & Marketing Alfie Lois mengatakan, Asthana Kemang dibangun di lahan seluas 2,2 hektare (ha) yang akan memiliki 3 tower hunian dan 1 area komersial yang mengusung konsep eksotisme budaya Indonesia etnik Java heritage, dipadukan dengan gaya hidup luxurious dan smart home apartment.

Pembangunan kompleks apartemen Asthana Kemang ini bernilai investasi sekitar Rp1 triliun. Adapun, saat ini pembangunan tower yang telah dilakukan, yakni tower pertama Sadewa dan tower kedua Nakula.

Alfie menjamin di tangan manajemen SKB yang baru, proyek apartemen Asthana Kemang ini akan selesai dan serah terima tepat waktu mulai tahun depan.

“Saat ini, progres sudah topping off untuk kedua tower, pembangunannya sudah mencapai 60 persen hingga 70 persen. Ini yang kurang hanya interior, fasad luar, dan elektrikal. Untuk tower pertama Sadewa kami optimistis bisa serah terima pada Juli tahun 2024 dan disusul tower Nakula pada satu tahun berikutnya. Untuk tower ketiga akan mulai dibangun tahun 2025,” ujarnya menjawab pertanyaan Bisnis, Jumat (17/3/2023).

Pada awalnya, apartemen Sadewa dan Nakula telah dipasarkan 7 tahun di mana tower pertama telah terjual 70 persen dan tower kedua telah terjual 30 persen. Kedua tower tersebut masing-masing memiliki 400 unit.

Namun, setelah diakuisisi menjadi Asthana Kemang, maka pihak manajemen baru melakukan kesepakatan dengan pembeli unit di tower kedua Nakula untuk pindah dan disatukan ke tower Sadewa sehingga tower Sadewa ini dapat dikatakan telah terjual sebanyak 100 persen.

“Kami lakukan pemindahan unit ke tower Sadewa agar pemilik dapat segera menerima unitnya karena mereka sudah menunggu lama. Kami dapat mencapai kesepakan itu tanpa ada satupun yang membatalkan pembeliannya atau refund. Hal ini terjadi karena harga unit apartemen ini sekarang sudah naik. Dulu mereka beli Rp30 juta per meter persegi, sekarang dipasarkan dengan harga Rp40 juta per meter persegi. Jadi pemilik lama bertahan dan tidak melakukan refund, bahkan di antara pembeli lama ada yang melakukan upgrade ke unit yang lebih besar,” tuturnya.

Adapun, untuk tower kedua Nakula akan pasarkan mulai bulan ini dengan harga mulai dari Rp1,4 miliar hingga Rp15 miliar. Tahun ini, manajemen Asthana menargetkan dapat menjual sebanyak 40 persen hingga 50 persen dari total 400 unit di tower Nakula. Kemudian, di tahun depan ditargetkan dapat menjual unit tower Nakula sebesar 50 persen hingga 60 persen sisanya.

“Kami optimistis bisa terserap pasar karena telah mengubah konsep dengan yang lebih baik. Asthana Kemang ini merupakan satu-satunya apartemen primary di kawasan Kemang. Lalu, keunggulan akses utama antara dua CBD utama di Jakarta Selatan, yaitu TB Simatupang dan Sudirman," kata Alfie.

"Lokasi Kemang tak diragukan merupakan preferensi bagi kaum ekspatriat dan keuntungan Asthana tidak pernah menjadi titik banjir di musim curah hujan tinggi. Dengan konsep yang beda dan sebagai market leader, kami yakin 400 unit tower Nakula ini dapat terserap pasar,” imbuhnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper