Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Gandeng INA, Pelindo Kembangkan Pelabuhan Belawan

Dengan bergabung dalam ekosistem logistik global, Pelabuhan Belawan dapat melayani pengangkutan barang secara langsung ke sejumlah negara.
Salah satu aktivitas bongkar muat di pelabuhan. PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo memulai langkah transformatif bekerja sama dengan konsorsium Indonesia Investment Authority
Salah satu aktivitas bongkar muat di pelabuhan. PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo memulai langkah transformatif bekerja sama dengan konsorsium Indonesia Investment Authority

Bisnis.com, JAKARTA — PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo memulai langkah transformatif bekerja sama dengan konsorsium Indonesia Investment Authority atau INA untuk pengembangan dan pengoperasian Pelabuhan Belawan di Medan, Sumatra Utara.

Staf Khusus III Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan bahwa Pelabuhan Belawan harus meningkatkan kinerja dan kapasitasnya agar segera masuk ke dalam ekosistem logistik global.

Menurut Arya, dengan bergabung dalam ekosistem logistik global merupakan langkah strategis agar Pelabuhan Belawan dapat melayani pengangkutan barang secara langsung atau direct call ke negara tujuan.  

Selama ini, sebanyak 95 persen ekspor dari Sumatra harus transit ke negara lain sebelum bisa diangkut ke negara tujuan. 

"Pada 2021, hampir separuh petikemas ekspor asal Sumatra dikapalkan menuju Malaysia. Separuh sisanya diangkut ke Singapura, Thailand, Taiwan, dari Myanmar," ujarnya, Kamis (16/3/2023).

Dia menjelaskan peti kemas pun dipindahkan ke kapal yang lebih besar, baru kemudian dibawa ke lebih dari 30 negara tujuan ekspor. 

Menurutnya, keharusan transit ini membuat eksportir musti menanggung biaya sea freight yang mahal dan waktu tempuh lebih lama.

Selain itu negara juga harus menghabiskan lebih banyak devisa karena sebagian besar jasa pengapalan barang (sewa kapal, asuransi, biaya sandar, dan lain-lain) dibayar dalam mata uang asing. 

Selain menggandeng mitra strategis, pembenahan infrastruktur dasar juga akan dilakukan, seperti penambahan peralatan bongkar muat seperti Quay Container Crane atau QCC (alat bongkar muat peti kemas di dermaga), dan Rubber Tyred Gantry Crane (RTG, alat bongkar muat peti kemas di CY).  

Sejumlah langkah transformatif juga akan dilakukan, melalui optimalisasi infrastruktur, peningkatan kinerja operasional, dan penerapan integrasi sistem IT. Dengan demikian diharapkan, kinerja bongkar muat pelabuhan dapat meningkat, waktu sandar kapal atau port stay bisa berkurang, dan biaya logistik jadi semakin murah. 

"Dengan berbagai jurus itu, volume dan kapasitas Pelabuhan Belawan akan meningkat. Secara bertahap, kapasitas pelabuhan peti kemas terbesar di Sumatra itu akan naik dari 700.000 TEUs menjadi 1,4 juta TEUs per tahun," ujarnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper