Joss! Produksi Gas Lapangan Merakes Meroket hingga 777 Persen

Lapangan Merakes berhasil mencatatkan produksi gas di kisaran 790 juta standar kaki kubik per hari (MMscfd) awal tahun ini. 
Blok migas/Ilustrasi
Blok migas/Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengungkapkan produksi gas dari Lapangan Merakes telah melewati proyeksi titik puncak produksi pada awal tahun ini.

Lapangan yang sebagian besar hak pengelolaannya dimiliki oleh Eni East Sepinggan Limited (65 persen), perusahaan energi asal Italia, itu belakangan berhasil mencatatkan produksi di kisaran 790 juta standar kaki kubik per hari (MMscfd) awal tahun ini. 

Padahal, hitung-hitungan Kementerian ESDM bersama dengan SKK Migas, memperkirakan produksi gas dari lapangan itu hanya dapat menyentuh di titik maksimal 368 juta MMscfd pada saat puncak produksi nanti. 

“Eh, ini kabar bagus, itu Eni di Merakes produksinya kemarin hanya 90 MMscfd naik menjadi 790-an, naik beberapa kali lipat,” kata Arifin saat ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (24/2/2023). 

Artinya, terdapat kenaikan produksi yang signifikan mencapai 777 persen lewat laporan pengembangan lapangan itu pada awal tahun ini. Adapun, proyek ini mulai onstream pada April 2021 lalu. 

Arifin mengatakan, kabar baik dari Lapangan Merakes itu bakal menghidupkan kembali pasokan gas di sistem Kalimantan Timur yang belakangan mengalami penurunan alamiah yang signifikan. 

“Nanti LNG yang di Bontang bisa hidup lagi dari Lapangan Merakes,” kata dia. 

Proyek pengembangan Merakes merupakan pengembangan lapangan gas laut dalam di lepas pantai Kutai Basin dengan kedalaman air kurang lebih 1500 m. 

Target tingkat komponen dalam negeri (TKDN) sebesar 31,72 persen akan memiliki arti besar dalam menggerakkan perekonomian nasional. Proyek ini akan menghasilkan pendapatan pemerintah sebesar US$1,6 miliar serta akan membantu pemenuhan pasokan kebutuhan gas pipa di Kalimantan timur dan kebutuhan LNG, baik domestik maupun ekspor.

Eni East Sepinggan Limited turut bekerja sama dengan PT Pertamina Hulu Energi East Sepinggan (15 persen) dan Neptune Energi East Sepinggan B.V. (20 persen) untuk pengembangan lapangan tersebut. Adapun, pengembangan Lapangan Merakes dirancang untuk masa produksi 20 tahun. 

Gas yang dihasilkan dari sumur bawah laut laut dalam Merakes akan dikumpulkan di manifold bawah laut dan diekspor melalui pipa bawah laut ke Floating Production Unit (FPU) Jangkrik yang terletak sekitar 45 kilometer dari manifold Merakes.

Gas lapangan Merakes akan diproses di Jangkrik FPU dan diekspor ke Onshore Receiving Facility (ORF) di Senipah melalui jalur pipa ekspor Jangkrik yang ada.

Produksi gas akan terus ditingkatkan hingga mencapai puncak produksi gas sebesar 450 MMscfd dengan kumulatif produksi sebesar 814 miliar kaki kubik (BSCF). Dengan adanya tambahan  proyek Merakes laju produksi di FPU Jangkrik dapat dijaga di level 750 MMscfd, dari kondisi yang saat ini sudah mulai menurun. 

“Pengembangan lapangan ini akan memberikan tambahan cadangan dalam rangka menjamin pasokan ke East Kalimantan System sehingga kilang LNG Bontang dapat beroperasi lebih optimal,” kata Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto melalui siaran pers, Selasa (17/1/2023). 

Dwi mengatakan, lembaganya bakal mendorong eksplorasi dan pengembangan lapangan migas di Kalimantan Timur yang belakangan memiliki fungsi strategis sebagai wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN) mendatang. 

“Maka potensi hulu migas di Kalimantan Timur akan terus dikembangkan sehingga dapat memberikan dukungan bagi penyediaan energi di wilayah tersebut”, kata dia.  

Perkiraan biaya yang diperlukan untuk pengembangan Lapangan Merakes dan Merakes East adalah senilai US$3,35 miliar atau setara dengan Rp50,77 triliun (asumsi kurs Rp15.158 per US$), yang terdiri atas biaya investasi atau capital expenditure (capex) senilai US$2,14 mililiar (Rp32,43 triliun) dan operation expenditure (opex) senilai US$1,26 miliar (Rp19,09 triliun). 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper