Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Tiga Kandidat Penganti Gubernur BOJ Haruhiko Kuroda, Siapa Calon Kuatnya?

Masa jabatan Gubernur Bank Sentral Jepang Haruhiko Kuroda akan berakhir pada 8 April 2023. Siapa calon penggantinya?
Haruhiko Kuroda/Istimewa
Haruhiko Kuroda/Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Masa jabatan Gubernur Bank of Japan (BOJ) Haruhiko Kuroda akan segera berakhir pada April 2023 setelah 10 tahun menjabat. Dengan sisa waktu yang ada, para investor menantikan pengganti kepala bank sentral Jepang ini.

Siapa pun yang terpilih nantinya akan mempengaruhi seberapa cepat BOJ dapat mengakhiri kebijakan moneter yang sangat longgar era Kuroda.

Dilansir dari Reuters pada Senin (6/2/2023), pemerintah Jepang akan mengajukan nama calon gubernur BOJ, dan dua deputi gubernur, kepada parlemen akhir bulan ini. Persetujuan dari kedua majelis hampir pasti dicapai karena koalisi yang berkuasa memiliki suara mayoritas.

Masa jabatan Kuroda akan berakhir pada 8 April 2023, sedangkan masa jabatan deputi gubernur Masayoshi Amamiya dan Masazumi Wakatabe akan berakhir pada 19 Maret.

Berikut adalah tiga kandidat yang berpotensi menggantikan Haruhiko Kuroda, seperti dilansir dari Bloomberg:

Masayoshi Amamiya

Masayoshi Amamiya merupakan deputi gubernur BOJ dan menjadi salah satu kandidat terfavorit untuk menggantikan Haruhiko Kuroda. Sejumlah pelaku pasar menilai bahwa dia memiliki peluang 40:50 persen untuk terpilih. Amamiya dinilai sebagai kandidat penerus yang dapat memperpanjang kebijakan sangat longgar dari Kuroda.

Analis Spectra FX Solutions Brent Donnelly memperkirakan nilai tukar yen terhadap dolar AS dapat melemah dengan nominasi Amamiya.

"Reaksi awal pasar terhadap Masayoshi adalah reli risk-on sampai ada petunjuk dari pemerintah mengenai prospek kebijakan moneter," kata kepala strategi di Mizuho Securities Shoki Omori.

Shoki menambahkan pasar pada awalnya akan memperhitungkan kebijakan suku bunga negatif yang lebih panjang dan kontrol kurva imbal hasil dan tidak memikirkan politik. 

Hiroshi Nakaso

Nakaso dianggap lebih tegas dibandingkan Amamiya, volatilitas dalam saham dan obligasi kemungkinan akan lebih tenang karena pelaku pasar telah mengantisipasi bahwa pergantian gubernur akan diikuti oleh pergeseran sikap BOJ. 

Donnelly mengungkapkan yen diperkirakan menguat jika Nakaso dinominasikan, dengan spekulasi bahwa BOJ dapat meninggalkan target imbal hasil 10 tahun, 

Seperti diketahui, Nakaso baru-baru ini menerbitkan pedoman yang merinci jalan keluar dari kebijakan sangat longgar.

"Karena karir awalnya telah difokuskan pada sistem keuangan dan area-area lain, pasar mungkin berspekulasi bahwa dia mungkin akan berfokus pada efek samping dari suku bunga negatif dan kontrol kurva imbal hasil," ungkap analis valas Nomura Holdings Inc Yujiro Goto.

Yujiro menilai Nakaso telah berada di luar BOJ selama sekitar lima tahun dan membuatnya lebih mudah untuk mengubah kebijakan.

Pada Kamis pekan lalu, Nakaso mengaakan akan mengambil peran penasihat yang diperluas untuk APEC. Komentar ini menimbulkan pertanyaan mengenai kemungkinan dia akan mengambil alih kepemimpinan.

Hirohide Yamaguchi

Hirohide Yamaguchi menjadi kandidat terkuat di antara lainnya. Nominasi dirinya dia akan mengirimkan sinyal terkuat bahwa pemerintah sedang mencari pergeseran kebijakan yang jelas dan memicu sebagian besar volatilitas pasar.

Ahli strategi Citigroup Inc. Osamu Takashima menilai yen dapat menguat menuju 127 per dolar, sedangkan saham-saham Jepang dapat turun sebanyak 1 persen dan investor asing akan bersemangat untuk menguji batas atas imbal hasil BOJ.

Selain itu, analis SBI Securities Co. Eiji Dohke mengatakan jika Yamaguchi terpilih, ini akan menciptakan citra bahwa BOJ telah mengambil alih kendali menuju normalisasi kebijakan moneter.

"Jika Hirohide menjadi gubernur, kurva imbal hasil mungkin akan bergeser ke atas secara umum." tuturnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper