Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Sandiaga Uno Targetkan FIFA World Cup U-20 dan Sport Tourism Lainnya Jaring Devisa Rp7,48 Triliun

Kemenparekraf menargetkan devisa yang diterima dari empat sport tourism mencapai US$500 juta, antara lain F1 Powerboat dan FIFA World Cup U-20.
Tribun penonton di posisi start balapan MotoGP di Sirkuit Mandalika, Lombok, Minggu (20/3/2022)./Bisnis-Arnis Wigati
Tribun penonton di posisi start balapan MotoGP di Sirkuit Mandalika, Lombok, Minggu (20/3/2022)./Bisnis-Arnis Wigati

Bisnis.com, JAKARTA - Empat sport tourism yang bakal digelar sepanjang 2023 diprediksi dapat memberikan devisa hingga US$500 juta atau Rp7,48 miliar.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menyampaikan, keempat event tersebut adalah adalah F1 Powerboat yang akan digelar di Danau Toba, Sumatra Utara pada 24-26 Februari 2023, dan FIFA World Cup U-20 yang digelar di Jakarta, Bali, Surabaya, Solo, Bandung, dan Palembang mulai 20 Mei-11 Juni 2023. 

Lalu Anoc World Beach Games yang digelar di Bali mulai dari 5-12 Agustus 2023, dan FIBA World Cup yang digelar di Indoor Multifunction Stadium (IMS) Senayan, Jakarta Pusat mulai 25 Agustus-10 September 2023.

Sebagai informasi, ajang balap speed boat bertaraf internasional tersebut diharapkan dapat menarik sebanyak 25.000 orang wisatawan. Kehadiran wisatawan diharapkan dapat berdampak langsung terhadap ekonomi masyarakat setempat serta mempercepat pemulihan terutama di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Proyeksi devisa yang diterima diperkirakan angkanya US$5,9 miliar secara keseluruhan, dari sport tourism ini kita targetkan mungkin bisa mendapat sampai US$500 juta,” kata Sandiaga usai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka, Jakarta, dikutip Kamis (26/1/2023).

Adapun penyelenggaraan keempat event olahraga tersebut sejalan dengan strategi peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) yang ditargetkan mencapai 7,4 juta orang di 2023.

Sandiaga mengaku, Kemenparekraf tengah menghitung dengan cermat target kunjungan wisatawan, termasuk penganggaran.

“Target sedang kita hitung secara cermat, termasuk juga penganggarannya karena kita ingin bahwa persiapan dan anggaran yang dikeluarkan ini berbanding lurus dengan penerimaan devisa dari wisatawan atau devisa pariwisata yang didapatkan oleh negara,” jelasnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Ni Luh Anggela
Editor : Kahfi
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper