Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Kemenparekraf Bidik Devisa Pariwisata 2023 Tembus US$5,95 Miliar

Kemenparekraf menargetkan devisa dari sektor pariwisata bisa mencapai US$2,07 miliar hingga US$5,95 miliar pada 2023.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 25 Januari 2023  |  18:05 WIB
Kemenparekraf Bidik Devisa Pariwisata 2023 Tembus US$5,95 Miliar
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno. - Bisnis.com/Janlika
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menargetkan devisa dari sektor pariwisata bisa mencapai US$2,07 miliar hingga US$5,95 miliar pada tahun ini.

Wakil Menteri Parekraf (Wamenparekraf), Angela Tanoesodibjo, memaparkan bahwa untuk batas atas target perolehan devisa pariwisata tahun ini mencapai US$5,95 miliar.

"Nilai devisa targetnya kita proyeksikan akan mencapai US$2,07 miliar sampai US$5,95 miliar," kata Angela dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR, Rabu (25/1/2023).

Angela menambahkan untuk target kontribusi PDB pariwisata pada 2023 mencapai 4,10 persen, sedangkan nilai ekspor produksi ekspor ekonomi kreatif mencapai US$26,46 miliar.

Pada 2023, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ditargetkan sebanyakan 3,4 juta orang pada batas bawah dan 7,4 juta orang wisatawan mancanegara pada batas atas.

Di sisi lain, untuk target kunjungan wisatawan Nusantara pada tahun ini ditargetkan 1,2 miliar mobilisasi sampai dengan 1,4 miliar mobilisasi wisatawan Nusantara.

Sementara itu, untuk target nilai tambah ekonomi kreatif ditargetkan mencapai Rp12,79 triliun. Kemenparekraf menargetkan peringkat travel and tourism development indeks dapat mencapai peringkat 29–34 pada tahun ini.

"Target tenaga kerja pariwisata 21,93 juta, dan target tenaga kerja ekonomi kreatif 22,59 juta orang tenaga kerja ekraf," ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, Menparekraf, Sandiaga Uno, mengatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk mencapai target kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) dan target pergerakan wisatawan domestik pada tahun ini.

“Saya yakin dengan inovasi, adaptasi, dan terpenting kolaborasi kita bisa mencapai 7,4 juta, kita akan perkuat aksesibilitas,” kata Sandiaga pada sambutannya dalam Indonesia Tourism Outlook 2023 di Artotel Suites Mangkuluhur, Jakarta, Rabu (18/1/2023).

Terkait aksesibilitas, pemerintah berencana untuk menambah jumlah penerbangan dan ketersediaan kursi penumpang. Sandi mengklaim, setiap hari dirinya melakukan komunikasi dengan major airlines atau maskapai besar, baik maskapai dalam negeri maupun luar negeri untuk merealisasikan rencana tersebut.

Selanjutnya, untuk mencapai target 1,4 miliar wisnus, Kemenparekraf juga akan memperbanyak gelaran event di berbagai daerah di Indonesia.

“Saya melihat bahwa pergerakan wisatawan nusantara yang 1,4 miliar ini akan banyak dipicu oleh kegiatan sport, music, and create event,” ujarnya.

Pemerintah juga akan melakukan revitalisasi terhadap sejumlah destinasi dan mempersiapkan infrastruktur yang baik untuk menyambut wisman dan wisnus.

Kemudian dari segi sumber daya manusia, Kemenparekraf akan terus melakukan pelatihan dan pendampingan. Sandiaga Uno yang juga merupakan mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu juga memastikan, destinasi wisata Indonesia sudah siap untuk menyambut kedatangan para wisatawan.

Meski PPKM telah dicabut, tapi dia menegaskan tempat-tempat wisata yang ada akan tetap menerapkan standar protokol kesehatan yang berlaku selama pandemi Covid-19 secara ketat.

“Terkait kesiapan tempat wisata menyambut pencabutan PPKM, sudah dan ini akan kita pastikan secara ketat agar kita bisa menerapkan standar yang sudah kita jalankan selama dua tahun ini,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemenparekraf Devisa pariwisata devisa Pariwisata
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top