Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Duh! 350.000 Kedelai Impor Tak Kunjung Tiba di RI, Ini Alasan Bulog

Perum Bulog menyampaikan 350.000 ton kedelai impor hingga saat ini masih belum tiba di Indonesia.
Pekerja menyortir kedelai yang baru tiba di gudang penyimpanan di Kawasan Kebayoran Lama, Jakarta, Senin (15/2/2021). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Pekerja menyortir kedelai yang baru tiba di gudang penyimpanan di Kawasan Kebayoran Lama, Jakarta, Senin (15/2/2021). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Perum Bulog menyampaikan 350.000 ton kedelai impor hingga saat ini masih belum tiba di Indonesia. Padahal, kedelai tersebut rencananya tiba di Tanah Air pada Desember 2022.

Bulog menargetkan kedelai impor tersebut bisa tiba di Indonesia pada pertengahan Maret 2023 atau molor dari target awal yaitu Desember 2022.

Direktur Supply Chain dan Pelayanan Publik Perum Bulog, Mokhamad Suyamto, mengatakan, ada beberapa kendala yang menyebabkan importasi yang diinisiasi Bulog belum juga membuahkan hasil. Dia menuturkan, kedelai yang diupayakan Bulog berasal dari Afrika Selatan agar lebih murah dibanding Amerika Serikat.

Namun, Suyamto menjelaskan bahwa ternyata kedelai Afrika Selatan sebelumnya belum pernah tercatat di Badan Karantina.

“Kita rencana dari Afrika selatan untuk mendapatkan harganya Rp10.500 per kilogram. Namun, dalam mengurus dokumen perlu waktu yang panjang, perlu dokumen prognotis, dokumen sanitary ini yang pelru dikerjakan dan perlu waktu,” kata Suyamto saat ditemui di Cilegon, Banten, Minggu (15/1/2023).

Suyamto memastikan, kedelai impor secara bertahap bisa masuk ke Indonesia pada pertengahan Maret 2023. Selain dari Afrika Selatan, dia menyebut kedelai juga diupayakan datang dari Amerika Serikat dan Kanada.

“kita sekarang sedang menjajaki [impor kedelai] dengan Kanada dan Amerika. Dari Afrika juga kita sudah berkontrak, tapi kan perlu waktu 1,5 bulan sampai. Kita sudah berkontrak dengan Amerika juga,” ujarnya.

Sementara itu, sebanyak 56.000 ton kedelai impor telah tiba di Pelabuhan Krakaktau Internasional Port di Cilegon, Banten yang dilakukan PT FKS Multi Agro Tbk. pada Minggu (15/1/2023).

Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), mengatakan dengan kedatangan kedelai impor ini, nantinya harga kedelai di tingkat perajin tahu dan tempe minggu depan akan turun menjadi Rp12.000 per kilogram (Kg).

Adapun, berdasarkan data di Panel Harga Badan Pangan Nasional per Minggu (15/1/2023) pukul 17.30 WIB, harga kedelai masih di kisaran Rp14.900 per kg, turun tipis sebesar 0,47 persen dibanding minggu lalu.

“Insya Allah, minggu depan harga kedelai akan Rp12.000,” ucap Zulhas kepada awak media di Cilegon, Banten, Minggu (15/1/2023).


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Indra Gunawan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper